Mengenal Teknik Depth of Field untuk Pemula

Posted by Wahyono 09/01/2017 0 Comment(s)

Photo Credit: wallpapercraze.com

 

Tampilan suatu objek bisa sangat berbeda dari bagaimana ia diproses oleh kamera. Ketika Sahabat Fotografi melihat objek tertentu dengan mata telanjang, ketajaman objek tersebut terlihat sama tajam. Namun, ketika dipotret, terkadang bisa fokus pada salah satu bagian tertentu sehingga bagian tersebut terlihat lebih tajam dari bagian yang lain. Nah, hal inilah yang disebut dengan Depth of Field (DOF).

 

DOF dapat diartikan sebagai rentang jarak yang dimiliki objek foto untuk menghasilkan variasi ketajaman atau fokus pada foto yang dihasilkan. Sahabat Fotografi juga bisa menyebutnya sebagai kedalaman ruang.

 

Tiga Faktor Penentu DOF

 

Photo Credit: wallpaper.com

 

Selain pemilihan kamera, DOF juga ditentukan oleh tiga faktor, yaitu aperture atau bukaan lensa, panjang fokus lensa, dan jarak kamera dari objek foto. Melalui pengaturan ketiga elemen tersebut, Sahabat Fotografi bisa menghasilkan foto dengan DOF yang diinginkan.

 

  1. Aperture Lensa
    Semakin kecil aperturnya, semakin luas DOF-nya sheingga semakin banyak bagian yang terlihat tajam. Jadi, kalau Sahabat Fotografi ingin menghasilkan foto dengan banyak bagain tajam, atur apertur sekecil mungkin. Selain itu, sebaiknya Sahabat Fotografi juga menggunakan tripod ketika mengambil foto. Apertur kecil membuat kamera membutuhkan kecepatan shutter yang lebih lama sehingga hasil foto berisiko blur karena kamera bergoyang.
     
  2. Panjang Fokus Lensa
    Kalau ingin mendapatkan foto dengan DOF yang luas, Sahabat Fotografi bisa menggunakan lensa wide angle untuk menjaga agar seluruh bagian objek dalam foto tetap fokus. Semakin lebar sudut view-nya, semakin besar pula DOF-nya. Sebaliknya, apabila Sahabat Fotografi menggunakan lensa tele, maka DOF-nya akan lebih terbatas.
  3. Jarak Kamera dari Objek
    Seperti yang disebutkan di atas bahwa semakin lebar sudut view-nya, semakin besar pula DOF-nya. Artinya, semakin dekat jarak kamera dengan objek, semakin terbatas pula DOF-nya. Bahkan jika Sahabat Fotografi mengambil foto secara close up, DOF akan sangat menyempit hingga beberapa milimeter di depan dan belakang obyek.

 

Baca Juga

 

5 Tips Fotografi Outdoor untuk Pemula

Memahami Jenis-Jenis Pencahayaan dan Cara Menggunakannya

Tips untuk Time Lapse Photography

 

Dua Jenis DOF

 

Photo Credit:

 

Secara umum, DOF dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu DOF lebar dan sempit. Apabila DOF lebar memiliki hasil ketajaman yang cenderung rata pada seluruh foto, maka ketajaman pada DOF sempit hanya terletak pada titik-titik tertentu.

 

  1. DOF Lebar
    Jika ingin mendapatkan foto dengan DOF lebar, Sahabat Fotografi harus mengatur apertur sekecil mungkin (angka besar). Hal ini sesuai dengan penjelasan pada faktor “apertur lensa” di atas, bahwa semakin kecil aperturnya, semakin luas jarak fokus atau area ketajaman yang dihasilkan pada foto Sahabat Fotografi.
     
  2. DOF Sempit
    Kebalikan dari DOF lebar, maka jika ingin menghasilkan foto dengan DOF sempit, Sahabat Fotografi harus mengatur apertur pada bukaan besar (angka kecil). Misalnya Sahabat Fotografi menggunakan apertur F1.8, maka hanya akan ada sedikit area ketajaman pada foto. Semakin besar aperturnya, semakin sedikit area ketajaman.

 

Bagaimana, Sahabat Fotografi? Sudah cukup paham dengan Depth of Field, bukan? Tentunya Sahabat Fotografi harus terus berlatih agar bisa semakin mahir. Bandingkan setiap foto yang Sahabat Fotografi ambil untuk menilai hasil percobaan. Selamat mencoba!

Tags: DOSS Tips

Leave a Comment