Konsep Fotografi Makro untuk Pemula

Posted by Wahyono 06/12/2016 0 Comment(s)

Photo credit: Shaw Academy

 

Saat ini banyak fotografer yang sedang menggandrungi salah satu cabang fotografi yakni fotografi makro. Secara garis besar, fotografi makro adalah fotografi yang dilakukan secara close-up, umumnya dengan subyek yang berukuran kecil, dimana gambar yang dihasilkan jadi terlihat lebih besar daripada ukuran sesungguhnya. Lalu, bagaimana sesungguhnya konsep fotografi makro itu sendiri? Apakah obyek yang paling sering digunakan?

 

Dasar-dasar fotografi makro

 

Photo credit: School Of Digital Photography

 

Secara konseptual, fotografi makro adalah proses pengambilan gambar dimana hasilnya berkisar antara 1:10 hingga 1:1 dari ukuran asli obyek tersebut. Misalnya, obyek yang Sahabat Fotografi ambil adalah semut, maka semut akan terlihat sangat besar bila dibandingkan dengan bentuk aslinya. Perbesaran ini dapat dilakukan dengan mendekatkan obyek dengan kamera, atau dari jarak tertentu dengan menggunakan lensa tele. Foto yang dihasilkan haruslah memiliki komposisi yang seimbang sehingga menghasilkan gambar yang hidup.

 

Obyek fotografi makro ada dua, benda mati/diam dan makhluk hidup. Obyek benda mati meliputi peralatan makan, makanan, perhiasan, uang koin, mainan, percikan air dan sebagainya. Sedangkan makhluk hidup dapat meliputi serangga, kupu-kupu, bunga, dan sebagainya.

 

Pemilihan obyek sebenarnya didasarkan oleh tujuan fotografi makro itu sendiri. Obyek benda mati biasanya ditujukan kepada tujuan promosi, hingga engineering. Sedangkan obyek benda hidup lebih tertuju kepada kebutuhan ilmiah (identifikasi satwa atau tanaman), hingga keindahan.

 

Baca Juga

 

Esensi fotografi makro

 

Photo credit: Wimp.com

 

Ada hal-hal penting yang harus diperhatikan ketika melakukan pemotretan makro. Hal tersebut antara lain:

 

Pencahayaan – Seperti halnya fotografi pada umumnya, pencahayaan adalah hal paling penting dalam melakukan fotografi makro. Cahaya dalam fotografi makro bisa dari natural lighting (matahari) dan artificial lighting (flash dan lampu studio).

 

Kedalaman fokus – Ketajaman foto pada fotografi makro sebenarnya bisa diperoleh dari pengaturan kedalaman fokus atau biasa disebut depth of focus (DOF). DOF adalah ruang blur yang mempercantik dan mempertajam obyek utama. Semakin dekat lensa dengan obyek, maka semakin sempit DOF.

 

Fokus – Tingkat kesulitan untuk menentukan fokus pada fotografi makro sebenarnya tergantung obyek fotografinya. Obyek benda mati cenderung lebih mudah daripada benda hidup. Ini karena benda hidup suka bergerak (serangga yang terbang misalnya). Meskipun banyak kamera yang dilengkapi dengan auto-focus, namun tidak semua kamera memiliki kecepatan tangkap yang sama. Untuk itu, latihan sangat diperlukan untuk mendapatkan fokus yang tepat.

 

Komposisi – Seperti yang Sahabat Fotografi ketahui, Rule of Third adalah salah satu cara efektif untuk mendapatkan komposisi gambar yang sempurna. Meski fotografi makro mengkhususkan gambar untuk fokus pada satu obyek, namun tetap saja komposisi harus ada untuk menjaga keseimbangan gambar.

 

Itulah beberapa konsep dasar fotografi yang harus diketahui oleh setiap fotografer sebelum mencoba melakukannya. Memahami dasar-dasar fotografi makro adalah kunci untuk dapat berkembang dalam cabang fotografi ini. Telaten dan terus berlatih fotografi makro juga harus ada dalam benak fotografer. Selamat mencoba!

 

Dapatkan berbagai macam Lensa Makro di sini

Tags: DOSSTips

Leave a Comment