Sony A7S IV Akhirnya Muncul? Ini Rumor Kamera Misterius yang Bikin Heboh Para Kreator

Buat kamu yang hobi mondar-mandir di dunia videografi, kabar burung satu ini pasti bikin mata langsung melek. Setelah enam tahun lamanya hidup dalam penantian panjang tanpa kejelasan, kamera legendaris yang sempat dikira "punah" oleh sebagian orang akhirnya muncul lagi ke permukaan. Yup, Sony A7S IV dirumorkan kuat bakal segera menyapa para kreator konten!

Bayangkan saja, sudah hampir setengah dekade rumor tentang kamera ini sliweran di internet. Apalagi setelah Sony sibuk merilis lini kamera sinema seperti Sony FX3 dan Sony ZV-E1 yang notabene meminjam DNA dari arsitektur A7S III. Banyak orang sempat mikir: “Wah, jangan-jangan lini A7S ini sudah pensiun dini?”

Tapi, kejutannya datang dari arah yang tidak disangka-sangka. Mari kita bedah tuntas kenapa kemunculan kode misterius baru-baru ini bikin heboh komunitas videografer global.

Kode Misterius Terdaftar di Tiongkok: Pertanda A7S IV Segera Lahir?

Kabar terbaru ini pertama kali ditiupkan oleh situs spesialis pembocor kamera terkemuka, Sony Alpha Rumors. Mereka melaporkan bahwa ada satu perangkat kamera baru dengan kode registrasi WW261362 yang baru saja didaftarkan di Tiongkok.

Berdasarkan regulasi dan pola kebiasaan Sony, kode ini dikategorikan sebagai kamera kelas mid-to-high-end (menengah ke atas). Dari sekian banyak kandidat lini kamera Sony yang ada, situs tersebut dengan mantap bertaruh: ini adalah si calon jawara baru, Sony A7S IV!

Kenapa tebakannya bisa seakurat itu? Kuncinya ada di siklus pembaruan Sony yang biasanya memakan waktu empat tahun. Kalau kita hitung-hitung:

  • Sony A9 III rilis tahun 2023.

  • Sony A7C II dan A7C R rilis tahun 2023.

  • Sony A1 II rilis tahun 2024.

Artinya, secara hitung-hitungan siklus, lini-lini di atas masih terlalu muda untuk mendapatkan penerus dalam waktu dekat. Jadi, kosongnya slot lini produk ini mengerucut kuat pada suksesor sang raja low-light, yaitu lini A7S.

Meminjam Teknologi Sang Kakak: Seperti Apa Spesifikasi Rumornya?

Ada plot twist yang cukup menarik kalau kita bicara soal hubungan darah kamera Sony belakangan ini. Kalau dulu Sony A7S III bertindak sebagai fondasi teknologi buat Sony FX3, maka kali ini siklusnya berbalik.

Rumor yang beredar menyebutkan bahwa Sony FX5 bakal menjadi basis utama untuk pengembangan Sony A7S IV. Wah, bakal sekencang apa performanya? Berikut adalah bocoran spesifikasi yang diprediksi bakal nangkring di bodi A7S IV:

  • Sensor: Menggunakan sensor 16 megapiksel yang sama persis seperti yang ada pada FX5 (fokus total pada sensitivitas cahaya luar biasa dan minim noise).

  • Jendela Bidik (EVF): Dimanja dengan Electronic Viewfinder beresolusi tinggi kesayangan Sony, yaitu 9.44 juta titik.

  • Dapur Pacu & Fitur Inti: Mengadopsi prosesor, sistem stabilisasi gambar (IBIS), serta teknologi Autofocus canggih milik Sony A7R VI.

  • Catatan Kecil: Meskipun mirip FX5, fitur internal RAW codecs diprediksi tidak akan diturunkan sepenuhnya ke A7S IV demi menjaga segmentasi produk.

Ganjalan Besar: Krisis DRAM Bikin Jadwal Rilis Mundur?

Di balik rasa antusiasme yang tinggi, tentu ada sedikit awan mendung yang menyelimuti kabar ini. Rumor menyebutkan bahwa Sony saat ini masih megap-megap dalam memenuhi antrean pesanan atau pre-order untuk Sony FX5.

Apa biang keroknya? Usut punya usut, perusahaan-perusahaan AI saat ini sedang memborong semua persediaan chip DRAM yang ada di pasaran! Akibat kelangkaan komponen krusial ini, proses produksi massal terganggu.

Hal ini memunculkan kekhawatiran di kalangan pengamat industri:

"Apakah Sony akan menunda peluncuran A7S IV sampai semua antrean pre-order FX5 benar-benar beres?"

Meskipun awalnya Sony mendaftarkan kamera ini dengan rencana pengumuman resmi di bulan November, situasi rantai pasok global ini bisa saja memaksa mereka untuk memundurkan jadwal rilis demi menghindari masalah ketersediaan barang di pasaran.

Masih Relevan Nggak Sih A7S Series di Tahun 2026?

Sebagian dari kita mungkin sempat skeptis dengan eksistensi lini A7S sekarang. Di saat kamera hybrid serba bisa dan kamera vlogging sudah merajai pasaran, apakah kamera yang fokus murni ke video low-light masih punya tempat di hati konsumen?

Apalagi, Sony akhir-akhir ini suka bikin gebrakan tak terduga lewat lini kamera hobi seperti bangkitnya RX1R III dan RX10 V. Kalau mereka benar-benar serius menghidupkan kembali lini A7S, itu artinya Sony tahu betul masih ada ceruk pasar profesional—seperti sinematografer independen, pembuat dokumenter alam liar, dan content creator spesialis malam hari—yang sangat mendambakan monster sensitivitas cahaya ini.

Bagaimana menurut kamu? Apakah kamu termasuk salah satu orang yang sudah sabar menanti kehadiran Sony A7S IV, atau lebih memilih melirik kamera hybrid modern yang ada sekarang?



Reservasi Sony A7S IV di DOSS Yuk

sumber: https://www.sonyalpharumors.com/finally-sony-registered-the-new-a7siv-in-china/