Buat kamu para content creator, videografer, dan fotografer yang mendambakan kamera bertenaga besar tapi punya bodi sekecil saku, ada kabar besar nih! Sigma akhirnya resmi memperkenalkan penerus dari kamera kultus mereka yang dirilis tahun 2019 silam. Yap, Sigma FP2 kini resmi hadir di pasaran dengan membawa sejumlah pembenahan besar, tanpa meninggalkan DNA utamanya sebagai kamera full-frame paling ringkas di dunia.
Sejak kemunculan generasi pertamanya, seri "fp" dikenal asyik tapi punya beberapa batasan yang bikin sebagian kreator berpikir dua kali. Nah, di versi terbarunya ini, Sigma mendengarkan banyak masukan dari komunitas. Penasaran apa saja peningkatan yang dibawa oleh Sigma FP2? Yuk, kita bedah satu per satu.

(Image credit: Gareth Bevan / Digital Camera World)
Desain Modular Klasik yang Makin Ergonomis
Secara fisik, Sigma FP2 tetap mempertahankan bentuk ikoniknya yang mirip kotak batu bata (brick-like shape). Menggunakan L-Mount, bodi kameranya nyaris dipenuhi oleh dudukan lensa tersebut dengan sisa ruang di sisi kiri dan kanannya yang sangat minimalis.
Secara dimensi, kamera ini punya ukuran sekitar 112.8 x 69.9 x 41.8 mm dengan bobot hanya 460 gram saja (sudah termasuk baterai dan kartu SD). Mau diselipkan ke saku jaket buat street photography pakai lensa vintage manual? Bisa banget. Mau dibangun jadi rig sinema berat lengkap dengan lensa cine, matte box, dan monitor eksternal? Tinggal pasang aksesori modularnya. Fleksibilitas tanpa batas ini yang bikin konsep modular Sigma tetap juara.
Meskipun terlihat mirip secara sekilas, ada beberapa perubahan visual dan fungsional yang langsung terasa begitu kamu memegangnya:
-
Ganti Kulit ke Tekstur Berlian: Sigma menanggalkan lapisan leatherette jadul dan menggantinya dengan tekstur diamond-knurled di sebagian besar bagian belakang dan sedikit di depan. Hasilnya? Genggaman terasa lebih mantap dan tampilannya makin futuristik.
-
Tombol yang Dirampingkan: Tata letak tombol di bagian belakang hampir identik, tapi tombol "Tone" di bawah layar kini sudah ditiadakan demi layout yang lebih bersih.
-
Layar Tilting yang Dinanti-nanti! Ini salah satu upgrade paling krusial. Kalau versi lama layarnya kaku (fixed), Sigma FP2 kini dibekali layar sentuh 3.15 inci beresolusi 2.1 juta titik yang bisa ditarik ke atas dan ke bawah. Saat layar digeser, kamu bakal melihat sirip ventilasi pendingin tersembunyi di baliknya—fitur penting buat meredam panas saat dipakai merekam video durasi panjang.
Sensor Baru, Performa Ngebut, dan Autofokus AI
Walau resolusinya masih setia di angka 24.5 megapiksel, jeroan di dalam Sigma FP2 sudah berubah total. Kamera ini meninggalkan sensor lama dan beralih ke sensor partially stacked BSI-CMOS full-frame yang jauh lebih cepat.
![]()
image credits: sigma - petapixel
Berkat readout speed yang ngebut, efek rolling shutter berhasil ditekan seminim mungkin. Buat urusan motret maupun bikin video, performanya jadi jauh lebih bisa diandalkan.
-
Autofokus Canggih dengan AI: Bosan dengan sistem fokus yang lambat? FP2 kini mengusung sistem hybrid autofocus terbaru dari Sigma yang dilengkapi AI-assisted subject tracking. Kamera ini bisa mengenali subjek Manusia, Anjing, Kucing, hingga Burung secara akurat, lengkap dengan fitur Eye AF.
-
Kecepatan Jepret: Buat foto, kamera ini sanggup memuntahkan jepretan hingga 20 frame per detik (fps) dalam format JPEG maupun RAW (DNG), dengan kapasitas buffer DNG mencapai 180 frame di kecepatan penuh.
-
Pilihan Warna Khas Sigma: Fitur Color Modes andalan turut disematkan, termasuk profil warna baru seperti Rich, Warm Gold, Teal & Orange, hingga Sunset Red yang bikin hasil videonya langsung siap tayang tanpa pusing color grading lama.
Fitur Video Monster: 6K Open Gate & 32-bit Float Audio
Jangan tertipu sama bodinya yang mungil, karena urusan videografi, Sigma FP2 ini beneran "monster kecil". Kamera ini diposisikan sebagai perangkat hybrid sejati yang serius menggarap sektor video:
-
6K Open Gate: Mampu merekam video resolusi penuh hingga 60p, memberikan keleluasaan penuh buat cropping vertikal maupun horizontal saat editing.
-
Pilihan Resolusi Fleksibel: Mendukung perekaman 4Kp60 di lebar penuh sensor, atau 4Kp120 dengan crop.
-
ProRes RAW: Mendukung perekaman ProRes RAW dan ProRes RAW HQ hingga 6Kp29.97 dan 4Kp48 secara langsung.
-
Audio Profesional: Berkolaborasi dengan modul hot shoe opsional HU-21, kamera ini mendukung perekaman suara jernih 32-bit float audio.
Catatan penting bagi kamu yang hobi jalan-jalan: Sigma FP2 tidak memiliki fitur In-Body Image Stabilization (IBIS) karena keterbatasan ruang di bodi tipisnya. Jadi, kamu tetap harus mengandalkan lensa ber-OIS, gimbal eksternal, atau stabilisasi digital saat berjalan. Selain itu, kamera ini sepenuhnya mengandalkan electronic shutter tanpa adanya mekanik rana fisik, serta tidak memiliki hot shoe bawaan (harus memakai aksesori tambahan HU-21).
Penyimpanan, Baterai, dan Harga Rilis
Buat mengamankan file video berukuran raksasa, Sigma membekali kamera ini dengan 70GB memori internal yang dipadu dengan satu slot kartu UHS-II SD. Baterainya pun baru—masih mempertahankan bentuk fisik yang sama dengan generasi lama, namun menawarkan daya tahan 30% lebih awet (diklaim mampu bertahan untuk 370 kali jepretan atau 130 menit perekaman video).
Bagi yang sudah tidak sabar ingin meminangnya, Sigma FP2 dijadwalkan meluncur pada 11 November mendatang dengan banderol harga:
-
Body Only: $2,199 (sekitar Rp39 jutaan)
-
Kit Bersama EVF-21: $2,749 (sekitar Rp49 jutaan)
Worth it nggak? Kalau kamu mencari kamera full-frame super ringkas yang fleksibel buat fotografi jalanan maupun produksi sinema modular kelas berat, Sigma FP2 jelas jadi salah satu opsi paling menarik di tahun ini.

