Buat kamu yang mendambakan kamera full-frame berkualitas tinggi tetapi sering kali harus mengurungkan niat lantaran harganya yang bikin sesak napas, sepertinya ada angin segar nih! Nikon baru saja resmi mengumumkan kehadiran Nikon Z5 IIC, sebuah versi yang lebih disederhanakan dari Nikon Z5 II, namun hadir dengan potongan harga yang cukup menggiurkan.
Dengan memangkas beberapa fitur tertentu, Nikon berhasil memangkas harga jualnya hingga menghemat sekitar $450. Bagi banyak fotografer pemula maupun penghobi yang ingin naik kelas, potongan harga ini tentu menjadi alasan yang sangat kuat untuk meliriknya. Lantas, apa saja yang dikorbankan dan apa yang membuat kamera berlabel huruf "C" ini menarik? Mari kita bedah tuntas!
Apa Arti Huruf "C" pada Nikon Z5 IIC?
Pihak Nikon sendiri secara terbuka menyatakan bahwa huruf "C" pada seri Z5 IIC ini merepresentasikan kata "Casual". Kamera ini memang dirancang khusus bagi pengguna yang ingin menikmati kualitas gambar papan atas ala sensor full-frame tanpa harus dipusingkan dengan pengaturan teknis yang rumit.
Meskipun menyandang status sebagai versi downgrade atau versi hemat dari Z5 II, "guts" atau jeroan utama dari kamera ini sebenarnya masih sangat tangguh dan tidak banyak berubah. Nikon tetap mempertahankan sensor berukuran full-frame beresolusi 24.5 megapiksel yang dipadukan dengan mesin pemrosesan gambar EXPEED 7. Kombinasi maut ini sudah terbukti andal di berbagai lini kamera Nikon selama beberapa tahun terakhir, menghasilkan gambar yang tajam serta responsivitas yang luar biasa.
![]()
photo: nikon - petapixel
Bedah Pangkas Fitur: Apa Saja yang Dihilangkan?
Untuk bisa menekan harga jualnya agar lebih bersahabat, Nikon harus rela memangkas beberapa fitur fisik yang biasa ditemukan di kamera mirrorless kelas menengah ke atas. Berikut adalah beberapa hal yang dihilangkan pada Nikon Z5 IIC:
-
Tanpa Electronic Viewfinder (EVF): Bagian bodi atas dibuat lebih rata dan ringkas karena Nikon memutuskan untuk menghilangkan jendela bidik elektronik di bagian atas.
-
Layar LCD Belakang Menurun: Resolusi layar sentuh di bagian belakang diturunkan dari yang sebelumnya 2.1 juta titik pada Z5 II menjadi 1.04 juta titik.
-
Tanpa Slot Kartu Memori Ganda (Dual Card Slots): Kamera ini kini hanya mengandalkan satu slot kartu SD saja.
-
Kehilangan Tombol AF Joystick: Navigasi titik fokus manual menggunakan joystick fisik ditiadakan demi menjaga bodi tetap minimalis.
Sebagai kompensasi atas hilangnya EVF, bodi kamera jadi terasa jauh lebih kecil, ringan, andal, dan mudah dibawa bepergian. Nikon bahkan memberikan sentuhan desain estetik yang ciamik dengan pilihan warna Silver atau Black, di mana varian warna silver-nya terlihat sangat mencuri perhatian dan kental dengan nuansa retro.
Keunggulan Utama: Shutter Mekanik dan Fitur Melimpah
Salah satu poin plus yang membuat Nikon Z5 IIC tampil beda dari beberapa pesaing sekelasnya (seperti Lumix S9) adalah kehadiran mechanical shutter asli. Seperti yang kita tahu, kamera yang hanya mengandalkan electronic shutter sering kali mengalami masalah distorsi gambar (rolling shutter) karena pembacaan sensor yang lambat. Dengan mechanical shutter, masalah tersebut bisa diatasi dengan baik.
Selain itu, meskipun berformat "casual", kemampuan fotografinya sama sekali tidak murahan. Kamera ini mewarisi sistem IBIS (In-Body Image Stabilization) serta performa autofokus canggih dari Z5 II, lengkap dengan fitur subject detection dan 3D tracking.
Bahkan yang cukup mengejutkan, Nikon menyematkan fitur Pre-Release Capture pada kamera ini! Fitur ini memungkinkan kamera merekam gambar secara kontinu hingga satu detik penuh sebelum tombol shutter benar-benar ditekan secara penuh—cocok banget buat mengabadikan momen krusial yang cepat. Dalam mode elektronik berkecepatan tinggi ini, pengguna bisa membidik hingga 30 frame per detik (sementara mechanical shutter mentok di angka 15 fps). Oh ya, ada juga mode deteksi baru yaitu fish detection yang sangat berguna kalau kamu hobi jalan-jalan ke akuarium raksasa!
Ramah Pemula Berkat Scene Modes & Imaging Recipes
Bagi para pengguna baru yang masih meraba-raba dunia fotografi mirrorless, Nikon untuk pertama kalinya menyematkan Full suite of Scene Modes pada lini kamera full-frame mereka. Terdapat total 15 mode pemandangan (scene) yang bisa dipilih. Pengguna tinggal mencocokkan kondisi pemotretan, dan kamera akan otomatis mengoptimalkan warna, kecerahan, white balance, hingga Picture Control.
Tidak ketinggalan, ada pula tombol khusus Imaging Recipes yang memberikan akses instan ke berbagai resep visual menarik, serta tambahan fitur film grain khas ala film analog yang sedang tren. Dukungan unduhan resep tambahan juga tersedia melalui layanan Nikon Imaging Cloud.
Bagi para kreator konten video, bodi baru yang tidak memiliki EVF ini juga dimanfaatkan Nikon untuk menyematkan sebuah tally lamp (lampu indikator rekaman) di bagian depan, sehingga subjek tahu kapan kamera sedang merekam. Urusan video juga tidak main-main karena kamera ini sudah mendukung perekaman H.265 10-bit, N-Log, hingga N-RAW yang bisa langsung direkam ke dalam kartu SD.
Sample Foto by nikon - petapixel
![]()
![]()
![]()
Harga dan Ketersediaan
Daya tarik paling masif dari Nikon Z5 IIC tentu saja terletak pada sektor harga. Nikon Z5 IIC dibanderol seharga $1,399.99 dan dijadwalkan mulai tersedia di pasaran pada pertengahan bulan Oktober. Kamu juga bisa membelinya dalam bentuk paket bundle bersama lensa 24-50mm f/4-6.3 seharga $1,699.95.
Dengan segala pemangkasan fitur yang dilakukan secara cerdas tanpa mengorbankan kualitas sensor utamanya, Nikon Z5 IIC sukses menjadi opsi menggiurkan bagi siapa saja yang ingin mencicipi ekosistem kamera full-frame tanpa bikin dompet menangis. Bagaimana, tertarik memasukkan kamera ini ke dalam wishlist belanjaanmu?

