Leica Kembangkan Sensor Gambar Sendiri, Sinyal Besar untuk Masa Depan Kamera Leica

Leica kembali memberi sinyal kuat soal arah masa depannya di dunia fotografi. Dalam sebuah podcast berbahasa Jerman, Leica Enthusiast Podcast, Chairman Leica Camera AG Dr. Andreas Kaufmann mengonfirmasi bahwa Leica sedang mengembangkan sensor gambar buatan sendiri. Kabar ini langsung menarik perhatian, mengingat industri sensor kamera saat ini didominasi segelintir pemain besar.

Pernyataan tersebut muncul dalam perbincangan panjang yang membahas berbagai topik, mulai dari perayaan 100 tahun Leica pada 2025, produk terbaru seperti Leica M EV1, hingga masa depan sistem Leica M. Namun, pengakuan tentang pengembangan sensor internal menjadi bagian paling menarik dari diskusi tersebut.

Leica M11 Monochrom review - the black and white camera that dazzles |  Amateur Photographer

photo: amateur photographer website

Leica Tidak Sekadar Mengandalkan Sensor Pihak Ketiga

Dalam beberapa generasi terakhir, Leica diketahui menggunakan sensor Sony untuk seri Leica M11. Namun sebelumnya, pada era Leica M10, Leica pernah bekerja sama dengan AMS OSRAM, perusahaan sensor asal Austria, dengan proses pengembangan di Belanda dan manufaktur di Prancis.

Kini, Leica tampaknya ingin kembali mengambil peran lebih besar dalam desain dan karakter sensor, bukan sekadar mengadaptasi sensor yang sudah tersedia di pasar. Meski belum jelas apakah Leica akan memproduksi sensor sepenuhnya sendiri atau menggandeng mitra manufaktur, yang pasti pendekatan ini menunjukkan kontrol yang lebih dalam terhadap kualitas gambar dan karakter warna khas Leica.

Pengembangan Sensor Bukan Proses Singkat

Dr. Kaufmann menegaskan bahwa pengembangan sensor gambar adalah proses kompleks dan memakan waktu lama. Bahkan kamera baru dengan sensor lama saja bisa membutuhkan waktu lebih dari tiga tahun untuk dikembangkan, apalagi jika ditambah sensor yang benar-benar baru.

Dalam industri modern, “mengembangkan sensor” bisa berarti banyak hal:

  • Mendesain color filter array khusus

  • Menyesuaikan arsitektur elektronik di balik sensor

  • Hingga merancang sensor dari nol untuk kebutuhan fotografi tertentu

Apa pun pendekatannya, langkah ini menunjukkan bahwa Leica ingin kembali membentuk DNA visual kameranya dari level paling fundamental.

Masa Depan Leica M: EVF dan Rangefinder Jalan Bersama

Selain soal sensor, Dr. Kaufmann juga menepis kekhawatiran bahwa kehadiran Leica M EV1 menandakan akhir dari rangefinder klasik. Ia menegaskan bahwa Leica M-System ke depan akan berkembang dalam dua jalur:

  • Kamera berbasis electronic viewfinder (EVF)

  • Kamera rangefinder tradisional untuk puritan Leica

Dengan kata lain, Leica tidak meninggalkan identitasnya, tetapi justru memperluas pilihan bagi fotografer.

Leica Optimistis Hadapi 2026

Dalam podcast tersebut, Dr. Kaufmann juga mengungkap bahwa Amerika Serikat kini menjadi pasar terbesar Leica, disusul China, sementara Jerman berada di posisi ketiga dan berpotensi disalip Jepang. Ia juga menyebut Leica memiliki “cukup banyak hal menarik dalam pipeline”, memberi sinyal akan ada pengumuman penting menuju 2026.

Jika pengembangan sensor internal ini benar-benar terealisasi, langkah tersebut bisa menjadi tonggak besar bagi Leica, terutama di era ketika diferensiasi kamera semakin sulit dilakukan.

Kembalinya Leica ke pengembangan sensor gambar internal bukan sekadar nostalgia, tetapi strategi jangka panjang untuk menjaga karakter visual khasnya. Dengan kontrol lebih besar atas teknologi inti, Leica berpeluang menghadirkan kamera yang tidak hanya eksklusif secara desain, tetapi juga unik dari sisi hasil gambar.