Buat kamu yang hobi fotografi atau gear enthusiast sejati, nama Canon pastinya nggak pernah absen bikin penasaran. Setelah sukses memikat hati para profesional lewat lensa Canon RF 28-70mm f/2 L USM yang terkenal punya bukaan diafragma super terang, kini pabrikan asal Jepang tersebut kembali bikin gebrakan.
Berdasarkan dokumen paten terbaru yang dipublikasikan di Jepang baru-baru ini, Canon sedang meriset teknologi optik mutakhir yang memungkinkan terciptanya lensa zoom dengan aperture cerah, tapi dengan bodi yang jauh lebih ringkas. Dan yang paling bikin heboh para fanboy di seluruh dunia: ada sketsa desain yang mengarah ke lensa 70-200mm f/2!
Wah, kira-kira bakal seperti apa teknologi canggih ini? Yuk, kita bedah tuntas lewat artikel santai berikut ini!
Tantangan Abadi Lensa Cepat: Bukaan Lebar Selalu Berarti Berat?
Selama ini, hukum fisika dalam dunia optik kamera seolah punya aturan baku: makin terang bukaan lensa (angka f kecil), makin besar dan berat pula ukuran fisiknya.
Contoh paling gampang adalah Canon RF 28-70mm f/2L USM yang ada di pasaran sekarang. Lensa ini adalah mahakarya yang luar biasa karena ngasih kita fleksibilitas zoom dengan kualitas setara lensa prime bukaan f/2. Tapi, apa hukumannya? Beratnya mencapai sekitar 1.430 gram alias 3,1 pon! Bobot ini bahkan jauh lebih berat daripada lensa RF 70-200mm f/2.8L versi reguler.
Bagi fotografer keliling atau kreator yang hobi handheld shooting seharian, beban seberat itu tentu bikin pundak cepat pegal.
Prinsip dasar untuk memperkecil ukuran sebuah lensa zoom sebenarnya sederhana: merapatkan jarak antar kelompok elemen optik di dalamnya. Masalahnya, kalau jaraknya dirapatkan, insinyur optik jadi kehilangan "ruang kosong" yang krusial untuk menempatkan motor autofocus (AF). Alhasil, desain jadi buntu atau ukuran bodinya terpaksa membengkak lagi.
Solusi Cerdas ala Canon: Tiga Kelompok Autofokus Sekaligus!
Nah, di sinilah letak kejeniusan dari paten terbaru Canon yang dipublikasikan pada pertengahan Oktober ini. Alih-alih pakai standar industri pada umumnya—yang biasanya cuma mengandalkan dua kelompok fokus (focus groups)—peta paten tersebut menunjukkan penggunaan tiga atau lebih kelompok fokus di dalam satu sistem optik.
Lewat inovasi ini, Canon berupaya mengakali masalah jarak elemen optik yang sempit. Penggunaan tiga unit fokus diklaim bisa membantu memangkas jarak tersebut tanpa harus mengorbankan performa kecepatan tangkap fokusnya. Hasil akhirnya? Lensa zoom bukaan terang (bright zoom) yang ukurannya jauh lebih ringkas dan ramah di tangan, tanpa kenaikan bobot yang signifikan.
Selain desain yang digadang-gadang bisa mewujudkan lensa idaman sekelas 70-200mm f/2, dokumen paten tersebut juga sempat memuat beberapa sketsa menarik lainnya, termasuk konsep lensa zoom pendek seperti 50-85mm f/1.4. Keren banget, kan?
Mengintip Teknologi Fokus Tingkat Lanjut Canon
Bicara soal urusan motor fokus, Canon memang nggak main-main dalam beberapa tahun terakhir. Mereka terus bereksperimen dengan berbagai kombinasi teknologi motorik terbaiknya:
-
Dual Nano USM: Menggunakan dua motor ultrasonik untuk menggerakkan elemen fokus secara presisi tinggi.
-
Teknologi VCM (Voice Coil Motor): Sistem magnetik modern yang sering dipadukan dengan motor Nano USM gelombang kedua yang lebih kecil—seperti yang bisa kita temui pada lensa populer Canon RF 35mm f/1.4L VCM.
Dengan mengintegrasikan teknologi motor fokus yang semakin canggih dan efisien ruang, penempatan tiga kelompok fokus dalam paten baru ini bukan lagi hal yang mustahil untuk diwujudkan secara massal di masa depan.
70-200mm f/2: Antara Kenyataan dan Harapan
Kehadiran dokumen paten ini tentu langsung memicu gelombang diskusi hangat di berbagai forum fotografi global. Mengingat betapa populernya lensa 28-70mm f/2, bayangan memiliki rentang telephoto zoom 70-200mm dengan bukaan konstan f/2 yang ukurannya masuk akal tentu jadi impian basah banyak fotografer komersial, wedding, maupun sports.
Namun, sebagai catatan penting, kita harus tetap berpijak di bumi, ya! Adanya sebuah paten tidak serta-merta menjamin produk tersebut pasti akan diproduksi massal.
Canon dikenal sebagai salah satu perusahaan yang paling rajin mematenkan desain teknologi optik setiap tahunnya. Banyak dari sketsa paten tersebut yang akhirnya hanya menjadi arsip riset internal perusahaan tanpa pernah dirilis ke pasaran publik. Jadi, untuk saat ini, konsep lensa impian seperti Canon RF 70-200mm f/2 masih sebatas wishful thinking dan rumor menarik yang asyik buat dibahas sambil ngopi.
Paten Hari Ini, Revolusi Besok Hari?
Dunia fotografi selalu bergerak dinamis berkat inovasi tiada henti dari para insinyurnya. Walaupun wujud fisik dari lensa f/2 jarak jauh yang ringkas ini belum tentu rilis dalam waktu dekat, paten terbaru Canon membuktikan bahwa mereka terus mendengar keluhan para fotografer: bagaimana cara mendapatkan hasil gambar maksimal dengan bodi gear yang lebih praktis.
Sambil menunggu kejutan-kejutan nyata dari Canon di masa depan, kira-kira kamu tim yang sabar nunggu lensa f/2 idaman ini rilis, atau sudah cukup bahagia dengan gear yang ada sekarang? Let’s wait and see!
Dapatkan kamera-kamera dan lensa-lensa Canon dengan Harga Terbaik di DOSS


