Instagram Rilis Fitur Video 90 Menit dan Bayar Kreator Miliaran Rupiah, Mau Geser YouTube?

Instagram kembali lagi ke dunia video durasi panjang (long-form video), dan kali ini mereka nggak main-main. Instagram meluncurkan format baru bernama Features yang memungkinkan creator pilihan mengunggah video horizontal berdurasi hingga 90 menit.

Menurut laporan eksklusif dari Business Insider dan dilansir dari CineD, Meta bahkan berani membayar beberapa creator antara $50.000 hingga $500.000 (sekitar Rp800 juta sampai Rp8 miliar!) hanya untuk memposting video berdurasi panjang di platform mereka.

Tapi, ada satu hal besar yang masih absen dari Instagram—hal yang selama ini bikin para creator betah di YouTube: sistem bagi hasil iklan (ad revenue share).

Mari kita bedah apa saja yang ditawarkan Instagram, strategi di balik uang miliaran tersebut, dan apakah format baru ini benar-benar bisa menyaingi YouTube.

Apa Itu Instagram Features?

Secara sederhana, Features adalah jawaban Instagram untuk konten video berdurasi panjang seperti podcast, vlog, interview, hingga film pendek. Format ini menjadi perubahan arah yang cukup drastis dari tren video vertikal pendek (Reels) yang selama ini mendominasi Instagram.

Vice President of Product Instagram, Tessa Lyons, dan Head of Instagram, Adam Mosseri, mengumumkan kabar ini dalam sesi wawancara di The Colin and Samir Show. Mosseri mengungkapkan alasannya:

"Kami ingin menjadi platform yang paling relevan secara budaya, dan untuk mencapai itu, kami harus hadir di mana pun audiens berada."

Selain kemampuan upload video horizontal 90 menit, Instagram juga memperkenalkan tiga fitur pendukung:

  1. Linked Reels: Creator bisa memasang tautan dari Reels pendek langsung ke video penuh di Features. Jadi, video pendek berfungsi sebagai "trailer" atau pintu masuk ke video panjang.

  2. Series: Tab khusus di profil creator untuk merapikan konten video bersambung atau episodik.

  3. TV Features & Remote Phone: Pengguna bisa menyimpan video Features untuk ditonton di TV layar lebar, bahkan ponsel kamu bisa dijadikan remote control-nya.

Bayar $50.000 - $500.000 per Creator: Apa Syaratnya?

Langkah Meta mengucurkan dana segar ini jelas merupakan strategi untuk mengisi perpustakaan konten (library) mereka secara instan. Menariknya, kesepakatan (deal) yang ditawarkan Meta tidak menuntut eksklusivitas.

Artinya:

  • Tidak Perlu Meninggalkan YouTube: Meta hanya meminta creator mengunggah video panjang mereka di Instagram pada hari yang sama saat video tersebut tayang di YouTube.

  • Manfaatkan Algoritma Awal: Di awal peluncuran fitur baru, persaingan konten masih rendah. Algoritma Instagram diprediksi bakal memprioritaskan format Features agar lebih sering muncul di feed dan Explore.

Mengincar Layar TV di Ruang Tamu

Kenapa Instagram mendadak buat video horizontal 90 menit? Jawabannya ada di ruang tamu rumah kamu: TV.

Aplikasi Instagram TV sudah mulai hadir di platform seperti Amazon Fire TV, Samsung Smart TV, dan Google TV, dengan dukungan Apple TV yang menyulut peluncuran berikutnya. Video 90 menit dalam format horizontal adalah produk yang didesain khusus untuk layar TV, bukan layar ponsel yang dipegang vertikal.

Selama ini, YouTube menjadi raja tak terbantahkan untuk kategori streaming video di Smart TV. Dengan Features, Instagram mencoba merebut sebagian porsi waktu tonton (watch time) audiens di layar kaca.

Masalah Utamanya: Gimana Nasib Creator Lainnya?

Meskipun Meta memberikan dana besar untuk beberapa creator papan atas di awal, Instagram belum menyediakan sistem pembagian keuntungan iklan (ad revenue share) secara umum.

Platform Sistem Bagi Hasil Syarat Monetisasi
YouTube 55% pendapatan iklan untuk creator Ambang batas program kemitraan (Partner Program)
Instagram Features Belum ada bagi hasil iklan (Hanya kesepakatan khusus/kontrak) Terbatas pada creator pilihan (invitation-only)

Untuk creator biasa yang mengunggah video durasi 40 menit tanpa kontrak khusus dari Meta, pendapatan langsung dari platform tersebut saat ini masih nol. Monetisasi di Instagram masih bergantung pada brand partnership, subscription, atau gifts dari penonton.

Apakah Instagram Bisa Menggantikan YouTube?

Jawabannya: Belum untuk saat ini.

  • Untuk Penghasilan Utama: YouTube masih menjadi pilihan paling aman dan realistis bagi pembuat konten karena sistem bagi hasil iklannya yang transparan dan stabil.

  • Untuk Distribusi & Jangkauan Ekstra: Fitur ini sangat berguna. Kamu tidak perlu memilih salah satu. Kamu bisa tetap mendapat penghasilan iklan dari YouTube, sekaligus mengunggah video yang sama di Instagram untuk menjangkau audiens baru atau memaksimalkan kerja sama sponsor (brand deal).

Kesimpulan

Uang ratusan ribu dolar yang dikucurkan Meta adalah bukti serius bahwa mereka ingin masuk ke ranah konten long-form dan layar TV. Namun, tanpa ekosistem monetisasi yang jelas untuk seluruh creator, tantangan terbesar Instagram adalah menjaga agar Features tidak bernasib sama seperti IGTV di masa lalu.

Apakah kamu tertarik menonton podcast atau vlog 90 menit langsung di aplikasi Instagram?

Dapatkan Kamera-Kamera Mirrorless dengan Harga Terbaik di DOSS Yuk

Source: CineD