Kolaborasi besar diumumkan di panggung MWC 2026 Barcelona. Produsen smartphone asal Tiongkok HONOR resmi menjalin kerja sama teknologi strategis dengan perusahaan legendaris sinematografi asal Jerman, ARRI. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, teknologi inti ARRI Image Science akan diintegrasikan langsung ke perangkat konsumen.
Image header credit: HONOR & ARRI
Produk perdana dari kolaborasi ini adalah HONOR ROBOT PHONE, sebuah smartphone futuristik yang dijadwalkan meluncur pada paruh kedua 2026.
Langkah Besar ARRI Masuk Dunia Smartphone
Bagi ARRI, kerja sama ini bukan sekadar proyek biasa. Selama lebih dari 100 tahun, ARRI dikenal eksklusif di dunia perfilman profesional kelas atas melalui lini kamera ALEXA yang mendominasi produksi film-film peraih Oscar.
Dengan membuka lisensi teknologi ke smartphone, ARRI mengikuti jejak merek legendaris lain seperti Leica dan Hasselblad—namun dengan pendekatan berbeda. Jika kolaborasi lain fokus pada fotografi, ARRI membawa DNA sinema ke ranah mobile imaging.
Bukan Sekadar Branding, Ini Integrasi Teknis Nyata
ARRI menegaskan bahwa kerja sama ini bukan tempelan logo. Teknologi yang diintegrasikan mencakup:
-
Karakter warna khas sinema
-
Transisi highlight dan shadow yang lebih halus
-
Konsistensi gambar dari perekaman hingga pascaproduksi
Tantangan besar tentu ada, mengingat keterbatasan hardware smartphone seperti sensor kecil, bandwidth terbatas, dan sistem optik yang jauh berbeda dari kamera sinema. Namun ARRI menargetkan hasil visual yang tetap terasa natural, berdimensi, dan sinematik.
HONOR ROBOT PHONE: Smartphone Kamera Gimbal 200MP
HONOR ROBOT PHONE menjadi platform debut teknologi ini. Perangkat ini menampilkan:
-
Kamera pop-up 200MP
-
Sistem gimbal mini 3-axis dengan 4 derajat kebebasan
-
Tracking subjek otomatis
-
Framing cerdas berbasis AI
ARRI and HONOR announcing their cooperation at MWC 2026. Image credit: HONOR & ARRI
Kamera gimbal tersebut mampu bergerak dan menyesuaikan orientasi secara fisik, mendukung perekaman video sinematik, panggilan video 360 derajat, hingga “agentic shooting” di mana AI menentukan framing secara mandiri.
Perangkat ini akan lebih dulu hadir di pasar Tiongkok dan beberapa wilayah lain, namun tidak akan dijual di Amerika Serikat.
HONOR ROBOT PHONE next to an ARRI ALEXA 35. Image credit: HONOR / ARRI
ARRI di Tengah Tekanan Finansial
Kerja sama ini juga memiliki makna strategis bagi ARRI. Pada 2025, muncul laporan bahwa ARRI tengah mengevaluasi opsi penjualan sebagian atau seluruh saham akibat tekanan keuangan dan perubahan pasar industri film global.
ARRI telah melakukan restrukturisasi internal dan melepas beberapa aset non-inti. Karena itu, lisensi teknologi ke sektor konsumen seperti smartphone dinilai sebagai upaya membuka sumber pendapatan baru tanpa mengorbankan lini profesional utama.
Belajar dari Kesuksesan Leica
Model bisnis ini mengingatkan pada transformasi Leica Camera AG. Setelah hampir bangkrut di era awal digital, Leica bangkit lewat kolaborasi smartphone, terutama bersama Huawei dan kemudian Xiaomi. Pendapatan lisensi dan co-creation mobile imaging menjadi salah satu pilar utama kebangkitan finansial Leica.
ARRI tampaknya mulai menjajal jalur serupa, meski dengan fokus yang lebih spesifik: motion picture dan cinematic imaging, bukan sekadar fotografi.
Dampaknya bagi Dunia Perfilman
Bagi sinematografer profesional, smartphone tentu belum akan menggantikan kamera ALEXA. Namun dampak jangka panjangnya penting:
-
ARRI berpotensi memperoleh pendanaan berkelanjutan
-
R&D kamera profesional tetap terjaga
-
Ekosistem ARRI bisa terus berkembang
Sebelumnya, ARRI juga telah melisensikan LogC3 ke beberapa kamera Panasonic LUMIX, menandakan keterbukaan baru terhadap kolaborasi lintas segmen.
Kesimpulan: Awal Perubahan Besar?
Kolaborasi HONOR dan ARRI menandai babak baru dalam industri kamera smartphone. Di tengah persaingan ketat soal fitur “cinematic”, kerja sama ini menawarkan klaim yang lebih kredibel karena didukung langsung oleh teknologi sinema kelas dunia.
Apakah ini hanya kolaborasi satu produk atau awal strategi jangka panjang ARRI di pasar konsumen? Jawabannya akan terlihat dari satu hal utama: hasil gambarnya.
Jika kualitas visual HONOR ROBOT PHONE benar-benar membawa rasa sinema ke smartphone, kolaborasi ini berpotensi menjadi salah satu langkah paling penting dalam sejarah mobile imaging modern.

