GoPro Perkenalkan Prosesor GP3, Siap Masuk Pasar Kamera Vlogging dan Cinema Compact

GoPro kembali membuat kejutan besar di industri kamera dengan memperkenalkan GP3, prosesor terbaru yang menjadi penerus GP2. Namun yang menarik, GP3 tidak hanya dirancang untuk action camera generasi berikutnya, melainkan juga dipersiapkan untuk kamera vlogging dan bahkan kamera sinema compact kelas premium.

image header: goprp

Pengumuman ini menandai arah baru GoPro yang tampaknya ingin keluar dari bayang-bayang action camera semata dan mulai menantang pasar kamera profesional.

GP3: Prosesor 5nm dengan Performa Dua Kali Lebih Kencang

GP3 dibangun menggunakan fabrikasi 5-nanometer System-on-a-Chip (SoC), yang diklaim mampu menghadirkan lebih dari dua kali lipat kemampuan pemrosesan piksel dibandingkan GP2. Artinya, kamera generasi baru GoPro berpotensi menawarkan:

  • Resolusi lebih tinggi

  • Frame rate lebih cepat

  • Pengolahan gambar yang lebih kompleks secara real-time

Teknologi ini juga membuka jalan untuk fitur-fitur komputasi fotografi yang sebelumnya sulit diterapkan di kamera berukuran kecil.

AI dan Low-Light Jadi Fokus Utama

Salah satu peningkatan paling ditekankan pada GP3 adalah kecerdasan buatan (AI). GoPro menyebut prosesor ini mendukung:

  • Scene recognition

  • Subject detection

  • Penyesuaian pengaturan otomatis secara real-time

Image samples taken with GoPro's upcoming camera with the new GP3 processor

photo: gopro (Contoh gambar yang diambil dengan kamera generasi terbaru GoPro.)

Selain AI, performa low-light disebut berulang kali dalam pengumuman resmi. Walau belum ada detail sensor dan lensa yang digunakan, penekanan ini mengindikasikan kemampuan reduksi noise dan pengolahan cahaya rendah yang jauh lebih matang—sesuatu yang selama ini menjadi titik lemah action camera.

Lebih Dingin, Lebih Hemat Daya

GP3 juga dirancang untuk meningkatkan efisiensi daya dan manajemen panas. Ini berarti:

  • Daya tahan baterai lebih lama

  • Risiko overheating lebih kecil

  • Perekaman durasi panjang jadi lebih memungkinkan

Bagi kreator video dan vlogger, peningkatan ini bisa menjadi faktor krusial dalam penggunaan sehari-hari.

GoPro Bidik Pasar Kamera Premium

CEO GoPro, Nicholas Woodman, menyebut bahwa GP3 akan menjadi fondasi bagi GoPro untuk masuk ke segmen ultra-premium imaging.

Menurutnya, performa kelas sinema yang ditawarkan GP3 memungkinkan GoPro melayani pasar baru yang lebih tinggi nilainya sekaligus memperkuat posisi brand sebagai inovator teknologi kamera.

Pernyataan ini sejalan dengan rencana GoPro yang sebelumnya telah menggoda pasar dengan wacana kamera profesional low-light pada 2026.

Bukan Satu Kamera, Tapi Beberapa Produk Baru

GP3 dipastikan akan hadir di lebih dari satu kamera GoPro yang dijadwalkan meluncur pada kuartal kedua 2026. GoPro bahkan telah membagikan beberapa contoh foto yang diambil menggunakan “Next Generation Camera System” berbasis GP3.

Senior Vice President of Product Management GoPro, Pablo Lema, menegaskan bahwa GP3 akan menjadi fondasi proprietary yang skalabel untuk berbagai kategori kamera GoPro di masa depan.

Harapan Baru di Tengah Tantangan Bisnis

Dalam beberapa tahun terakhir, GoPro memang menghadapi tekanan bisnis yang cukup berat, bahkan hingga Woodman sempat menolak menerima gaji. Ekspansi ke segmen kamera vlogging dan sinema compact bisa menjadi langkah strategis untuk membuka sumber pendapatan baru.

Apalagi, tahun lalu GoPro untuk pertama kalinya dalam satu dekade tidak merilis action camera flagship di acara peluncuran musim gugur. Hal ini semakin memperkuat spekulasi bahwa kamera generasi baru berbasis GP3 akan menjadi titik balik penting bagi perusahaan.

Dapatkan Produk-Produk GoPro dengan Harga Terbaik di DOSS