Siapa yang nggak kenal sama lini kamera instan ala retro dari Fujifilm? Setelah sukses besar dengan seri sebelumnya, Fujifilm resmi mengumumkan kehadiran Fujifilm Instax Mini Evo 2! Kamera hibrida (hybrid camera) yang menggabungkan kecanggihan jepretan digital dengan keasyikan cetak foto fisik instan ini datang membawa segudang pembaruan menarik.
Buat kamu para kreator konten, pencinta estetika vintage, atau sekadar hobi mengabadikan momen bareng teman-teman, simak ulasan lengkap seputar fitur, spesifikasi, hingga harga Fujifilm Instax Mini Evo 2 berikut ini!

(Image credit: Hillary K Grigonis / Future)
Apa yang Baru di Fujifilm Instax Mini Evo 2?
Sama seperti pendahulunya, Instax Mini Evo 2 mengusung konsep kamera hibrida. Artinya, kamera ini menyimpan sensor foto digital sekaligus memiliki printer bawaan di dalam bodi untuk mencetak foto ke kertas instant film.
Keunggulan konsep hibrida ini jelas banget: kamu bisa memilih dan memilah foto mana yang paling bagus sebelum dicetak. Jadi, nggak bakal ada lagi cerita buang-buang kertas film mahal gara-gara foto blur atau salah gaya!
Tapi, apa saja sih pembaruan seru yang bikin Instax Mini Evo 2 ini layak dilirik?
1. Kombinasi 100 Efek Kreatif (Film Simulation & Lens Effects)
Salah satu alasan utama mengapa seri Evo jauh lebih unggul dibanding kamera hibrida lain (seperti seri LiPlay+) adalah kekayaan fitur kreatifnya.
Di Instax Mini Evo 2, Fujifilm menyematkan 10 Film Simulations dan 10 Lens Effects. Kamu bisa mengombinasikan keduanya hingga menghasilkan 100 variasi efek foto kreatif! Beberapa efek keren yang bisa kamu coba antara lain:
-
Double Exposures: Menggabungkan dua objek foto dalam satu bingkai.
-
Light Leaks: Memberikan nuansa kebocoran cahaya ala foto analog zaman dulu.
-
Lens Blur: Memberikan efek bokeh halus pada latar belakang.
-
Half-Frame Diptychs: Menampilkan dua cuplikan foto bersanding dalam satu cetakan.
-
After-Image Mode (Baru): Efek unik yang mengambil foto kedua secara otomatis tepat setelah foto pertama, lalu menumpuk keduanya untuk menghasilkan visual gerakan yang artistik.
(Image credit: Hillary K Grigonis / Future)
2. Layar Sentuh Jumbo 4,5 Inci dan Tampilan Expanded View
Bagian belakang kamera ini kini makin futuristik namun tetap mempertahankan esensi klasiknya. Instax Mini Evo 2 dibekali layar sentuh (touchscreen) berukuran 4,5 inci yang sangat dominan. Sensasinya seperti menggabungkan kepraktisan smartphone dengan gaya kamera analog retro—lengkap dengan tuas cetak (advance lever) dan dial mode film.
Menariknya lagi, layar ini mendukung fitur Expanded View. Fitur ini memperlihatkan area di luar bingkai jepretan utama dengan tanda kotak putih. Konsep ini memberi fotografer peripheral vision atau penglihatan tepi, sehingga kamu bisa mengantisipasi objek yang bakal masuk ke dalam bingkai sebelum tombol shutter ditekan.

(Image credit: Hillary K Grigonis / Future)
3. Sensor yang Lebih Besar & Mode Wide-Angle Hingga 12.8MP
Fujifilm juga meng-upgrade ukuran sensornya dari 1/5 inci pada versi original menjadi 1/2,77 inci.
-
Pada mode standar, kamera ini menghasilkan jepretan beresolusi sekitar 6.13 MP (2860 x 2144 piksel).
-
Jika kamu memasang kartu MicroSD dan mengaktifkan Mode Wide-Angle (salah satu dari 10 efek lensa baru), kamera akan memanfaatkan seluruh area sensor untuk menghasilkan resolusi foto hingga 12.8 MP!
Walaupun secara umum Instax Mini Evo 2 tetap masuk ke dalam kategori lo-fi/cheap digital camera dengan gaya estetika khasnya, peningkatan kualitas gambar ini tentu memberikan hasil jepretan yang lebih tajam.
4. Fitur Baru "Immersive Movie"
Suka bikin konten behind-the-scenes (BTS) atau video pendek? Kamera ini punya fitur baru bernama Immersive Movie. Fitur ini secara otomatis merekam klip video pendek berdurasi 4 detik tepat sebelum kamu menekan tombol shutter, lalu menambahkan animasi bingkai Instax yang ikonik.
Namun perlu diingat, saat mode ini aktif, resolusi foto statis (still photo) akan diturunkan dari 2860 x 2144 piksel menjadi 616 x 464 piksel. Jadi, pas banget digunakan khusus untuk momen seru-seruan yang ingin diabadikan dalam bentuk cuplikan video pendek!
Kendali Fotografi yang Cukup Lengkap
Meskipun kamera ini beroperasi secara serba otomatis (fully auto), Fujifilm tidak melupakan kontrol dasar fotografi. Kamera kompak ini tetap menyediakan pengaturan:
-
Exposure Compensation (Kompensasi Pencahayaan)
-
White Balance Adjustment (Penyesuaian Keseimbangan Warna)
-
Macro Mode (Untuk foto jarak dekat)
-
Flash On/Off (Pengaturan lampu kilat)
Fitur-fitur ini menjadikan Instax Mini Evo 2 pilihan yang sangat menggoda. Bukan cuma sekadar kamera instan biasa, tapi juga sebagai kamera saku retro serbaguna bagi kamu yang ingin mengeksplorasi kreativitas tanpa ribet.
Harga dan Jadwal Rilis
Sudah nggak sabar mau mengoleksi kamera retro kece ini? Fujifilm Instax Mini Evo 2 dijadwalkan akan mulai dikirimkan ke pasaran pada akhir November 2026 mendatang.
Untuk urusan kantong, kamera ini dibanderol dengan harga kisaran $289.95 USD. Dengan segudang fitur kreatif, sensor baru, dan kepraktisan cetak foto instan, kamera ini terbilang sangat worth it di kelasnya!
Siap-siap amankan kuota pre-order di DOSS ya!


