Cara Menguasai Sport Photography

Memang tidak banyak orang yang menggeluti fotografi olahraga atau sport photography,

literatur untuk genre ini pun jarang bisa didapatkan baik itu di buku, ataupun di internet. Namun meski begitu genre sport photography bukanlah genre yang mudah untuk dikuasai, bahkan bisa dikatakan jika sport photography adalah salah satu genre yang cukup menantang. Untuk mendapatkan foto yang terbaik pun bukan hanya soal peralatan yang mumpuni, namun juga perhitungan setting kamera, latihan, serta keberuntungan.


Sumber foto: Petapixel

 

Meskipun semua fotografer olahraga memiliki gaya unik dan teknik rahasia mereka sendiri, beberapa tips ini mungkin bisa membantu kamu dalam mendapatkan hasil foto olahraga yang sempurna.

 

1. Kenali Apa Yang Akan Difoto

Mempelajari aturan dan alur permainan, menonton video olahraga yang akan difoto. Dengan begitu, kamu dapat memvisualisasikan foto seperti apa yang bisa kamu dapatkan dan memberi kesempatan untuk merencanakan cara untuk mendapatkan bidikan.

 

2. Pahami Auto Focus dan Pelacakan Subjek


Sumber foto: Autosport

Auto focus dan pelacakan subjek sudah seperti roti dan mentega para fotografer olahraga. Auto focus dapat memastikan ketajaman subjek yang dibidik, sedangkan pelacakan memastikan auto focus selalu pada subjek yang diinginkan. Untuk genre ini disarankan agar auto focus diatur secara continous untuk memastikan bahwa subjek yang dibidik selalu dalam fokus.

 

Baca juga:

Kabar Baik, Tamron Membawa Lensa 150-500mm f/5-6.7 ke Fujifilm X-Mount

TIPS FOTO SPORT INDOOR/ LOW LIGHT

DJI Osmo Action 3 lebih unggul dari GoPro? Begini Penjelasannya

5 Tips Jitu Fotografi Sepakbola Supaya Hasil Gambar Jadi Memukau

 

Kamera modern memiliki opsi pelacakan subjek eksklusif (pelacakan 3D, deteksi wajah, dll) yang dapat berguna untuk sport photography. Pelacakan 3D berguna untuk melacak subjek yang bergerak cepat seperti mobil balap, pelari, pesenam, dll. Sedangkan deteksi wajah terbukti berguna untuk jenis olahraga pertarungan. 

 

3. Terapkan Shutter Speed Yang Pas


Sumber foto: petapxel

 

Menggunakan settingan shutter speed yang tepat adalah kunci keberhasilan dalam membekukan aksi para atlet dan momennya. Jika menggunakan shutter yang terlalu lambat kamu akan mendapat hasil blur. Biasanya untuk membekukan aksi para atlet butuh shutter speed dari 1/400 hingga 1/1600. Sementara itu, jika ingin mendapat cipratan air dari perenang atau bola pada permainan butuh shutter speed setidaknya 1/2000. Sebaliknya, kecepatan rana lambat dapat digunakan untuk mengilustrasikan gerakan. Seperti kecepatan rana serendah satu detik dapat digunakan untuk menunjukkan jejak, sambil tetap mempertahankan detail.

 

4. Gunakan Lensa Zoom Cepat



Sumber foto: Herry Ibrahim/INDOSPORT

Terlepas dari kenyataan bahwa jarak antara aksi dan fotografer terus-menerus berubah, pencahayaan tempat terkadang juga bisa sangat buruk dan menjadi sebuah bencana. Karena itu, gunakanlah lensa zoom cepat. Tak hanya serbaguna, lensa ini juga mampu membidik dalam cahaya rendah, sambil tetap mempertahankan shutter speed yang menjadi pilihan.

Sebagai contoh, lensa 70-200mm f2.8. Harga lensa ini dapat dikatakan cukup terjangkau dan cukup ringan. Dengan aperture 2.8, kondisi minim cahaya tak akan menjadi masalah, dan jika kamu membutuhkan jangkauan ekstra, kamu dapat menggunakan telekonverter 1,4x atau hanya memotret dengan sensor krop.

 

5. Bidiklah Interaksi dan Emosi



Sumber foto: PBSI

Potret dari perayaan, kekecewaan, dan interaksi menjadi momen-momen penting dalam olahraga yang dapat bercerita. Maka dari itu, saat ingin memotret usahakan untuk datang saat atlet melakukan pemanasan dan tetap memotret sampai setelah upacara kemenangan. Dengan begitu, kamu dapat menangkap ekspresi orang-orang sebelum, selama, dan setelah pertandingan. Serta janganlah hanya berfokus pada atlet atau pemain yang bertanding, terkadang jajaran pelatih, keluarga, dan fans yang menonton menjadi sumber dari emosi dari sebuah pertandingan.

Oleh Admin - DOSS Camera & Gadget
September 29, 2020
0 Komentar
Belum ada komentar