13 Tips Fotografi Lanskap Abstrak yang Mempesona

Fotografi lanskap dan abstrak mungkin adalah 2 genre fotografi yang cukup berbeda, namun begitu kedua genre ini sangat bisa untuk digabungkan. Bahkan ketika keduanya digabungkan bisa menghasilkan foto yang mempesona dan memiliki sisi abstrak yang sangat unik.

Fotografi lanskap abstrak sendiri adalah tentang memperluas visi kita sebagai fotografer lanskap. Siapa pun dapat pergi ke tempat yang indah, mengarahkan kamera mereka, dan mengklik tombol rana. Tetapi untuk menjadi hebat, kita harus bisa melihat segala sesuatu secara berbeda, melihat lebih dalam, melihat apa yang mungkin dilewatkan orang lain, dan memunculkan interpretasi kita sendiri. Ini mengingatkan kita pada kalimat yang diucapkan oleh fotografer asal Inggris, Minor White, yang mengatakan jika "Seseorang seharusnya tidak hanya memotret sesuatu dengan apa adanya, tetapi juga (sebagai) apa lagi mereka itu."

Seringkali sebagai fotografer lanskap, kita ingin membuat gambar pemandangan, mungkin sebuah danau yang dikelilingi pepohonan dengan latar belakang pegunungan. Tetapi ketika melakukan fotografi lanskap abstrak, idenya adalah untuk melampaui yang sudah jelas terlihat itu, yakni mencari komponen di dalam pemandangan, detail yang menarik perhatian kita dan audiens.

 


Sumber: Rick Ohnsman/Digital Photography School

 

Mungkin tekstur kulit kayu di pohon, warna riak air di danau, atau garis lengkung pegunungan berkabut di latar belakang. Bukan hal yang aneh jika orang yang mengamati foto abstrak bertanya, “Apa itu?” karena mereka berusaha mengidentifikasi subjek bidikan. Tapi kita sebagai fotografer harus melampaui itu.

Kita tidak mencoba membuat foto pemandangan atau "benda" di sini. Fotografi lanskap abstrak lebih tentang tampilan, rasa, emosi yang disampaikan oleh gambar dan lebih sedikit tentang subjeknya. Jadi bagaimana kita melakukannya? Bagaimana kita mendapatkan hasil yang bagus? Berikut beberapa tips yang bisa kita terapkan untuk mendapatkan hasil fotografi lanskap abstrak yang mempesona.

 

1. Cari Detail


Lihatlah ke dalam adegan yang akan kita bidik untuk hal-hal yang menarik perhatian. Perhatikan detail, warna, tekstur, dan pola.

Berencana untuk mengambil sedikit lebih banyak waktu untuk mempelajari adegan dan membedahnya. Fotografi lanskap abstrak bukanlah gaya pemotretan satu-dan-selesai. Namun kita harus pelan-pelan, rileks, pelajari, dan renungkan sebelum kita menatap kamera. Rasakan momen zen dan rasakan pemandangannya.

Kemudian buat bidikan dan pelajari hasilnya pada LCD. Apa yang mungkin kita lakukan untuk memperbaikinya? Lakukan bidikan lagi. Dapatkan tujuan dan pertimbangkanlah. Kita akan menemukan pendekatan fotografi yang lebih dalam, dan ini dapat sangat meningkatkan hasil pemotretan kita.

 


Sumber: Rick Ohnsman/Digital Photography School

 

2. Lensa yang Tepat


Seringkali, fotografi lanskap dilakukan dengan lensa sudut lebar untuk mengambil sebanyak mungkin pemandangan. Tetapi dengan fotografi lanskap abstrak, kita akan memilih potongan-potongan kecil pemandangan.

Ya, kita dapat memotong ke bagian menarik dari gambar yang lebih besar untuk membuat gambar abstrak dari bidikan awal. Kamu juga bisa melakukan itu ketika kita melihat sesuatu nanti dalam proses pengeditan gambar. Tetapi setiap kali kita memotong gambar, kita bisa kehilangan kualitas gambar dan mengurangi dimensi piksel gambar.

Jadi, lebih baik memotong dalam kamera dengan menyusun bidikan saat kita memotret. Ini juga lebih baik untuk belajar melihat gambar abstrak dari awal daripada saat nanti mengedit gambar. Ini akan melatih otak dan mata kita untuk melihat sesuatu yang tidak dilihat oleh orang lain.

Lalu, lensa apa yang sebaiknya kita gunakan untuk foto lanskap abstrak?

Kita dapat mencoba lensa yang memiliki panjang fokus yang lebih panjang untuk menangkap pola batu di gunung yang sangat jauh, atau mungkin lensa makro untuk mempelajari lumut berwarna-warni di atas batu dalam pemandangan. Lensa zoom dapat membantu kita mempertajam sebagian pemandangan saat kita ingin membuat bidikan abstrak, tetapi jangan lupa "sneaker zoom", yakni memperbesar hanya dengan berjalan lebih dekat ke subjek.

 


Sumber: Rick Ohnsman/Digital Photography School

 

3. Permainan Cahaya


Fotografer yang baik adalah fotografer yang mempelajari cahaya, mengamati bagaimana cahaya dan bayangan bermain di seluruh objek untuk mengungkapkan tekstur dan menciptakan tampilan yang menarik. Terkadang, hanya cahaya dan bayangan pada subjek yang bisa menjadi cubjek foto dengan sendirinya.

Jadi, luangkan waktu untuk melihat pemandangan di luar kamera dan lihat apakah ada bagian yang dapat kita isolasi untuk membuat foto unik milik kita sendiri, yang mungkin tidak diremukan oleh orang lain.

 


Sumber: Rick Ohnsman/Digital Photography School

 

4. Perhatikan Garis, Bentuk, Wujud, Tekstur, dan Pola


Kenali kelima karakteristik ini sebagai 'tulang' dari foto yang bagus.

  • Garis: Lintasan satu dimensi antara dua titik. Itu bisa lurus atau melengkung. Garis mengarahkan mata melalui sebuah gambar.
  • Bentuk: Garis dua dimensi dari suatu objek dalam foto. Fotografi menciptakan representasi dua dimensi dari dunia tiga dimensi sehingga semua objek dalam foto adalah bentuk. Kita harus menciptakan ilusi kedalaman melalui cara lain.
  • Wujud: Tiga dimensi yang disimulasikan dalam sebuah foto yang dibuat oleh faktor lain. Sebuah kubus yang difoto dari satu sisi saja akan memiliki bentuk persegi, tetapi ketika difoto pada suatu sudut, maka garis, pola, dan tekstur akan menciptakan ilusi tiga dimensi (yaitu wujud).
  • Pola: Rentang tingkat kecerahan dari putih ke hitam dalam foto.
  • Tekstur: Tampilan simulasi dari kehalusan, kekasaran, reflektifitas, kedalaman, dan rasa dari suatu objek yang diciptakan oleh permainan cahaya di atas objek tersebut.

Memahami 'tulang' foto yang bagus dapat membantu kita membuat foto yang menarik secara umum dan khususnya foto lanskap abstrak yang lebih baik.

 


Sumber: Rick Ohnsman/Digital Photography School

 

5. Foto Air


Sifat unik air, yakni reflektifitas, gerakan, transparansi, tembus cahaya, dan fluiditasnya menjadikan air subjek yang bagus untuk foto lanskap abstrak. Air bahkan bisa memiliki tekstur berkat gerakan dinamis air yang mengalir deras dan tampilan air statis yang halus seperti kaca.

Faktanya, kita dapat melakukan apapun selain memotret air dan memiliki lebih banyak subjek daripada yang dapat kita foto di seumur hidup kita.

 


Sumber: Rick Ohnsman/Digital Photography School

 

6. Fokus Pada Tekstur


Kita bisa menggunakan tekstur sebagai subjek dalam fotografi lanskap abstrak. Misalnya, kita dapat menangkap pola abstrak yang ada pada batu, kayu, dan pola dalam lanskap. Atau bisa saja seperti “warna air” yang dijelaskan di atas, gambar yang dapat dibuat dari tekstur amat sangat tidak terbatas.

Saat mengambil gambar dengan tekstur sebagai subjek utama, perhatikan kualitas cahaya dan arahnya. Cahaya yang datang dari belakang fotografer untuk mengenai bagian depan subjek cenderung meminimalkan tekstur, sedangkan cahaya silang (yaitu, cahaya yang datang dari samping) membantu memaksimalkannya.

 


Sumber: Rick Ohnsman/Digital Photography School

 

7. Cobalah Beberapa Shoot-through


Istilah 'shoot-through' biasanya digunakan untuk menggambarkan foto dengan bahan atau objek antara kamera dan subjek. Benda-benda ini bisa berupa bahan transparan atau tembus cahaya, seperti jendela atau es yang terkena hujan.

Shoot-through juga dapat menggunakan objek di luar fokus di latar depan yang membingkai atau mengubah tampilan subjek di luar. Misalnya, kita dapat membidik melalui rerumputan yang tidak fokus sambil memfokuskan pada subjek di kejauhan. Bagaimanapun kita melakukannya, memotret melalui sesuatu dapat menambahkan nuansa abstrak yang menarik pada foto.

 

8. Gunakan Rana Lambat dan Gerakan Kamera


Sebuah foto akan menangkap sepotong waktu dan membekukan momen itu. Membidik dengan kecepatan rana dan  pembekuan gerakan benda. Namun saat menggunakan kecepatan rana yang lebih lambat, dan objek bergerak mulai kabur dan bergaris saat kita menangkap potongan waktu yang lebih panjang.

Kecepatan rana lambat dikombinasikan dengan objek bergerak dapat menciptakan gambar abstrak yang tidak seperti apapun yang dapat dilihat dengan mata. Air yang bergerak dapat diburamkan untuk menciptakan air terjun yang halus. Dan jika dengan kecepatan rana yang lebih lama lagi, gelombang laut dapat ditampilkan sebagai kabut buram.

Teknik menyenangkan lainnya yaitu kita dapat menggerakkan kamera selama eksposur lama untuk mengaburkan gambar. Ini dikenal sebagai gerakan kamera yang disengaja, dan ini jelas merupakan teknik yang perlu ditelusuri.

 


Sumber: Rick Ohnsman/Digital Photography School

 

9. Penumpukan Fokus untuk Tingkatkan Ketajaman


Optik lensa membatasi apa yang dapat ditampilkan secara tajam dalam satu gambar. Kita menyebut luas area fokus dalam gambar sebagai depth of field. Cara mengontrol kedalaman bidang dalam foto dengan pemilihan lensa, panjang fokus, kedekatan dengan subjek, dan bukaan adalah sesuatu yang harus dipelajari oleh semua fotografer.

Kedalaman bidang dalam foto lanskap abstrak juga dapat bervariasi tergantung pada niat fotografer itu sendiri. Apakah kita sengaja ingin beberapa hal tidak fokus pada gambar? Mungkin kita ingin menggunakan bokeh secara kreatif. Namun, jika kita ingin semuanya tajam dari depan ke belakang dalam sebuah foto, kita mungkin perlu mengambil lebih dari satu bidikan dalam proses yang dikenal sebagai penumpukan fokus.

 


Sumber: Rick Ohnsman/Digital Photography School

 

Mempelajari teknik penumpukan fokus dapat berguna dalam banyak genre fotografi, termasuk fotografi lanskap abstrak. Lihatlah foto abstrak di atas pohon-pohon di sebuah peternakan di mana semua pohon terlihat tajam. Kedalaman bidang seperti itu dalam satu gambar hampir tidak mungkin, tetapi berkat penumpukan fokus, ini menjadi relatif sederhana.

 

10. Temukan Perspektif Baru


Fotografer yang baik akan berusaha menunjukkan hal-hal dengan cara yang biasanya tidak kita lihat, dan fotografi abstrak harus menempuh langkah yang lebih jauh. Salah satu cara untuk mendekati fotografi lanskap abstrak adalah mendapatkan sudut baru dan tidak biasa pada subjek kita. Dapatkan sudut tinggi, rendah, menembak dari sudut bird-eye, atau mungkin dari sudut worm-eye. Lihat ke atas, lihat ke bawah, lihatlah ke segala arah dan dari berbagai arah.

Memotret dari ketinggian mata atau ketinggian tripod bisa jadi membosankan. Beranilah untuk tampil beda, terutama jika kita berjalan di sisi abstrak fotografi. Cara terbaik untuk mendapatkan foto lanskap abstrak adalah dari udara. Drone telah memberi kita pandangan baru tentang dunia, yang sebelumnya hanya tersedia bagi mereka yang bisa naik pesawat. Bahkan jika tidak memiliki drone, kita masih bisa mendapatkan perspektif seperti udara dari puncak gunung dan bangunan tinggi.

 


Sumber: Rick Ohnsman/Digital Photography School

 

11. Monokrom


Meskipun akar fotografi adalah hitam dan putih, semua gambar monokrom bersifat abstrak karena bukan cara kita melihat dunia. Jadi pertimbangkan bagaimana kita dapat menggunakan hitam dan putih untuk membuat gambar lanskap abstrak.

Langit hitam gelap di atas lanskap yang hampir putih adalah abstraksi, namun sangat mungkin dilakukan dengan beberapa penyesuaian pengeditan. Kita dapat dengan mudah membalikkan warna dan nada untuk gambar negatif atau memotret dengan kamera berkonversi inframerah. Tidak ada aturan saat kita menyusuri jalur abstrak, jadi bereksperimenlah. Komposisi hitam dan putih dapat menghilangkan gangguan, memusatkan perhatian, dan memberikan kualitas abstrak pada gambar.

 

12. Hindari Skala


Di sebagian besar foto, terutama pemandangan lanskap, akan ada petunjuk visual tentang ukuran objek. Kita tahu hubungan tanaman yang lebih kecil dengan pohon dan gunung. Tapi inilah sesuatu yang menyenangkan untuk dicoba dalam fotografi lanskap abstrak: singkirkan petunjuk visual yang akan memberi tahu audiens tentang ukuran benda.

 


Sumber: Rick Ohnsman/Digital Photography School

 

Bidikan tekstur yang ketat pada beberapa batu dapat diambil dari jarak enam inci atau enam mil, dan audiens mungkin tidak memiliki titik acuan apa pun. Terkadang dalam fotografi lanskap standar, kita mungkin dengan sengaja menyertakan seseorang untuk memberikan skala pada gambar; dalam fotografi lanskap abstrak, menghilangkan referensi ke skala dapat menjadi kunci untuk bidikan yang hebat.

 

13. Minimalis


Tidak seperti still life, portrait, dan kebanyakan fotografi studio, fotografer landscape biasanya tidak dapat memilih objek apa yang ada dalam bidikan mereka. Kita dapat menghapus pohon secara digital jika tidak menyukai posisinya di dalam foto, tetapi kita tentu tidak boleh membeli gergaji mesin dan menebangnya.

Sebaliknya, kita harus memilih adegan yang menyertakan apa yang kita inginkan dalam bingkai dan mengabaikan apa yang tidak diinginkan. Fotografi minimalis adalah subjek tersendiri, dan fotografer lanskap harus menyelidikinya. Bagaimana fotografi abstrak dan minimalis berpotongan dan berbeda adalah topik yang perlu ditelusuri juga.

Foto lanskap bisa minimalis tapi tidak abstrak. Foto lanskap abstrak bisa abstrak tetapi mungkin tidak minimalis. Apakah perbedaan itu penting? Mungkin tidak, tetapi keduanya adalah gaya yang sebaiknya dicoba untuk mencoba mengembangkan keterampilan kita.

 

 

 

*Source

Oleh Admin - DOSS Camera & Gadget
June 7, 2021
0 Komentar
Belum ada komentar