Tutorial Astrofotografi, untuk Kamu yang Ingin Foto Bintang

Posted by Wahyono 16/06/2017 0 Comment(s)

 

Alam semesta memang menyimpan segala keindahan yang terkadang membuat seseorang terkagum-kagum, mulai dari keindahan pemandangan pegunungan, pantai, langit, dan juga lainnya. Khusus untuk Sahabat Fotografi, mungkin Anda sudah tahu kalau setiap pemandangan terkadang membutuhkan teknik tertentu agar bisa mendapatkan hasil gambar yang maksimal. Lalu, apa Anda pernah mendengar tentang astrofotografi?

 

Cabang fotografi astrofotografi merupakan fotografi yang objek fotonya berkaitan dengan hal-hal astronomi, seperti bulan, matahari, bintang, galaksi, nebula, dan lain-lain. Karena teknik astrofotografi bergantung pada objek yang ingin Anda foto, sebelum melangkah ke objek yang terlalu sulit berikut tutorial astrofotografi untuk memotret bintang.

 

Barang yang diperlukan

Kamera DSLR

 

 

Agar hasil astrofotografi Anda bagus, sebaiknya menggunakan kamera DSLR. Karena dengan menggunakan kamera tersebut, Anda bisa mengatur setting­ kamera menjadi manual mode, ISO, Shutter Speed, aperature, dan juga mengatur fokus sesuai dengan yang Anda inginkan.

 

Tripod

 

 

Selain kamera, ketika Anda ingin mengambil foto benda-benda langit, keberadaan tripod sangatlah penting. Mengingat tripod berfungsi sebagai alat yang membuat kamera Anda tetap diam dan stabil, sehingga gambar yang dihasilkan tidak terguncang atau blur.

 

Teknik Astrofotografi Bintang

 

 

Set Kamera ke Manual Mode

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah untuk menetapkansetting-an kamera DSLR pada mode M atau Manual. Setelah masuk ke dalam setting manual, Anda bisa memasukkan angka-angka di bawah ini:

 

Atur ISO sebesar 3200. Semakin tinggi ISO maka semakin baik, dengan ISO yang tinggi kamera Anda akan peka terhadap cahaya. Semakin besar cahaya yang ditangkap oleh sensor, maka semakin jelas bintang-bintang yang akan Anda dapatkan.
Atur F4.0 (atau angka terkecil) atau setting-an diafragma pada kamera. Diafragma ini berfungsi sebagai pengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk ke dalam sensor kamera. Semakin kecil angka diafragma, maka semakin lebar diafragma yang dibuka dan cahaya yang masuk semakin banyak.


Atur Exposure time 30”. Pengaturan ini dimaksudkan untuk mengatur waktu dari lamanya sensor kamera dalam menangkap cahaya, semakin lama maka semakin banyak cahaya yang akan Anda dapatkan.
Atur Picture style. Ketika mengatur picture style, gunakanlah landscape style. Landscape dipilih karena ketika Anda memotret langit malam dan objek tersebut memiliki sudut pandang yang lebar, maka disarankan untuk menggunakan pilihan ini agar mendapatkan warna yang lebih maksimal.


Kualitas gambar. Hal ini merupakan salah satu optional yang bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan dan juga kapasitas memori yang digunakan. Dalam teknik astronomi, Anda boleh menggunakan setting-anLarge, Medium ataupun Small.

Memotret Bintang di Langit

 

 

Setelah mengatur kamera Anda ke dalam beberapa pengaturan di atas, kini saatnya Anda memastikan kalau lensa sudah fokus pada objek yang berjarak jauh dan ambillah gambar. Jika Anda kesulitan mengambil fokus, ubah setting lensa menjadi autofocus (AF) dan ubah exposure time menjadi 10”.Lalu arahkan lensa tersebut ke titik (cahaya lampu) terjauh dan paling terang. Pastikan Sahabat Fotografi juga sudah memasangkan kamera tersebut pada tripod, setelah menemukan spot khusus untuk memotret dengan latar belakang bintang.

 

Nah, demikianlah beberapa tutorial astrofotografi untuk mengambil gambar. Selamat mencoba dan selamat mengambil langit malam yang dihiasi oleh bintang. Terkadang memang sulit untuk menemukan puncak fokus pada bintang terang, tapi Anda disarankan untuk menggunakan bintang yang gelap. Selain untuk meningkatkan akurasi, Anda juga bisa mencoba untuk menggunakan beberapa bintang pada gambar Anda tersebut. 

Leave a Comment