Tips Kreatif Mengambil Foto Air Terjun

Posted by Wahyono 13/02/2017 0 Comment(s)

Photo credit: hdwallpapersrocks.com

 

Alam menyediakan objek yang tak terbatas untuk difoto. Salah satunya air terjun. Air terjun memang indah dilihat sehingga tak sedikit para fotografer memilih air terjun sebagai objek foto mereka. Namun sayangnya, air terjun bukanlah objek yang diam sehingga terkadang susah untuk mengambil gambar yang pas. Belum lagi ditambah cuaca di sekitarnya yang bisa mempengaruhi pencahayaan Sahabat Fotografi ketika memotretnya. Ini adalah tantangan tersendiri bagi para fotografer alam, khususnya mereka yang masih pemula. Berikut tips dan trik kreatif untuk mengambil foto air terjun.

 

Memilih Perlengkapan yang Tepat

 

Photo credit: dpreview.com

 

Selalu gunakan tripod. Alat ini akan membantu Sahabat Fotografi mengambil gambar air terjun lebih tajam. Untuk lensa, gunakan range antara 16mm hingga 300mm. Jika perlu, gunakan filter polarizer atau CPL (Circular Polarizer Lense) untuk membuat objek lain di sekitar air terjun terlihat lebih jelas, misalnya kondisi batu yang basah, tumbuhan, dan bayangan-bayangan benda yang tercermin dalam air. Percikan air dari air terjun bisa membuat lensa Sahabat Fotografi mengembun. Untuk itu, bawa juga rocket air blaster dan pembersih lensa. Gunakan juga tas kamera yang anti air agar kamera tetap kering saat akan digunakan.

 

Dapatkan Berbagai Filter yang sangat cocok untuk memotret Air Terjun di DOSS Camera & Gadget

Klik di sini untuk katalog produknya

 

Diffuse Light

 

Photo credit: blog.htc.com

 

Diffuse light atau cahaya tidak langsung lebih cocok digunakan untuk memotret objek berupa air terjun. Jika Sahabat Fotografi memotret air terjun langsung di bawah sinar matahari di siang hari mungkin akan lebih sulit. Oleh sebab itu, cobalah mengambil gambar di pagi hari beberapa saat setelah matahari terbit. Cahaya mentari pagi mendukung untuk kondisi pemotretan air terjun yang lebih memukau.

 

Memilih Shutter Speed yang Sesuai

 

Photo credit: digital-photography-school.com

 

Agar Sahabat Fotografi bisa menangkap tekstur di dalam air, gunakan shutter speed dengan ranah yang lebih rendah. Sahabat Fotografi sebaiknya menyesuaikan dengan kecepatan air ketika akan mengambil gambar, karena hal ini mempengaruhi tinggi rendahnya shutter speed yang dipilih, khususnya dalam kondisi low-light. Sebenarnya tidak ada patokan yang pasti mengenai shutter speed dalam memoto air terjun. Lakukan beberapa eksperimen hingga Sahabat Fotografi menemukan hasil yang pas.

 

Baca Juga

 

Tips untuk Time Lapse Photography

Teknik Photoshop yang Wajib Dikuasai Fotografer

5 Tips Fotografi Outdoor untuk Pemula

 

Memilih Komposisi

 

Photo credit: shawacademy.com

 

Jadikan aliran air terjun sebagai patokan untuk menentukan fokus yang akan dipakai. Objek di sekitar air terjun seperti bebatuan dan elemen lainnya akan membantu Sahabat Fotografi untuk tetap fokus pada objek tersebut. Dengan menyertakan bagian bawah air terjun saat memotret, kedalaman air yang Sahabat Fotografi dapatkan juga akan semakin jelas. Jika sudah mendapatkan komposisi yang diinginkan, jangan lupa untuk berkreasi dengan komposisi lain yang diambil dari sudut pandang yang berbeda agar hasil foto tidak terlalu mainstream, misalnya memotret air terjun dari balik pepohonan atau dari samping.

 

Exposure yang Tepat

 

Photo credit: anthonymorganti.com

 

Saat Sahabat Fotografi menggunakan shutter speed yang lebih lambat sebaiknya selalu memperhatikan exposure-nya agar detil air yang didapatkan tetap bagus. Cek histogram secara berkala seiring tingkat pencahayaan yang berubah-ubah.

Mengambil foto air terjun boleh dibilang cukup sulit untuk dilakukan, apa lagi untuk pertama kali. Namun, semakin sering Sahabat Fotografi melakukannya dengan memilih komposisi dan pencahayaan yang tepat, maka akan semakin terbiasa.

 

Tags: DOSSTips

Leave a Comment