Review Nikon D5600 Dengan SnapBridge Connectivity

Posted by Wahyono 25/04/2017 0 Comment(s)

Photo credit: adorama.com

 

Hampir semua kamera memiliki jaringan Wi-Fi untuk transfer file ataupun remote live view. Tetapi kali ini ada yang berbeda di kamera terbaru milik Nikon, yaitu Nikon D5600. Baru saja keluar pada bulan November 2016 kemarin, kamera ini memiliki SnapBridge connectivity. Teknologi yang menggunakan Bluetooth ini dirasa lebih ramah energi dan kecepatannya hampir sama dengan Wi-Fi.

Spesifikasi

Photo credit: camerajabber.com

Tentu ketika bicara kamera, spesifikasi adalah hal utama. Sekarang coba simak spesifikasi dari Nikon D5600.

Sensor max resolution                  : 6000x4000

Image ratio                                        : 3:2

Effective pixels                                                : 24 megapixels

Sensor photo detectors                : 25 megapixels

Sensor type                                        : CMOS

ISO                                                         : Auto. 100 – 25600

Autofocus                                           : Manual Focus, Contrast Detect, Phase Detect, Multi-Area, Continuous, Live View

Screen/Viewfinder                        : Touch Screen, Live View

Maximum shutter speed              : 1/4000 sec

Minimum shutter speed              : 30 sec

Video resolutions                            : 1920 x 1080 (60 p)

Body / Handling

 

Photo credit: imaging-resource.com

 

Setelah mengetahui spesifikasi, sekarang saatnya merambat ke body. Jika diperhatikan, tidak ada perbedaan cukup signifikan dari body D5600 dengan D5500. Untuk ukuran, D5600 sedikit lebih kecil daripada D5500. Walaupun begitu, layar sentuh 3.2 inch masih terlihat cukup besar. Lalu untuk live view, Nikon selalu berusaha untuk membuat autofocus yang didapat dari live view dan viewfinder tidak ada perbedaan besar. Nah, pada live view di D5600 ini, AF yang dihasilkan memang tidak sebagus dari viewfinder, tetapi kecepatan AF sudah cukup bagus.

Hasil Gambar

 

Photo credit: nikon.com

Salah satu review dari dpreview ini tidak tanggung-tanggung, Sahabat Fotografi. Mereka langsung mencoba kecanggihan D5600 ketika memotret aktivitas olahraga. Pada saat itu, D5600 ini diuji untuk memotret rugby. Nah, gambar yang dihasilkan memang tidak terlalu buruk untuk ukuran kamera DSLR dengan lensa bawaan. AF yang didapat juga sangat baik, bahkan dpreview mengatakan bahwa D5600 sudah cukup bagus untuk mengambil gambar aktivitas olahraga.

 

Lalu, untuk autofocus, dpreview juga mencoba mengambil gambar orang bersepeda. Hasilnya memang tidak terlalu bagus karena ketika di-zoom, gambar yang dihasilkan agak sedikit pecah. Tetapi untuk ukuran kamera seharga 1000 dolar-an, ini adalah hasil gambar yang cukup bagus.

 

Kesimpulan

 

Salah satu kelebihan dari D5600 adalah image sensor dan kualitas RAW yang dihasilkan cukup bagus untuk sebuah kamera seharga 1000 dolar atau sekitar 13 jutaan rupiah. Lalu ditambah dengan daya tahan baterai, autofocus yang mudah digunakan, dan teknologi SnapBridge, membuat D5600 menjadi pilihan utama dalam kamera di bawah 15 juta rupiah.

 

Tetapi ada kelemahannya nih, Sahabat Fotografi. Pertama, touchpad yang digunakan ini untuk right-eye shooters, kemudian tidak ada USB charging, serta autofocus ketika video agak sedikit lama dan pengaturan ISO juga agak sedikit membingungkan.

 

Untuk Sahabat Fotografi yang baru saja ingin menekuni fotografi, D5600 adalah kamera yang cocok untuk kamu. Semoga bermanfaat!

Leave a Comment