Memotret Jalanan Tokyo dengan Fujifilm GFX 50S

Posted by Wahyono 25/04/2017 0 Comment(s)

Ada review cukup mendetail yang dikeluarkan oleh dpreview. Salah seorang writer dari dpreview mendapatkan kesempatan untuk menjajal kamera Fujifilm GFX 50S ketika berkunjung ke Tokyo. Ibu kota Jepang tersebut dikenal dengan tempat yang paling modern, tetapi tetap menjunjung kebudayaan yang cukup tinggi. Jadi, Sahabat Fotografi bisa melihat beberapa spot yang sangat menarik ketika mengunjungi Tokyo.

 

 

Nah, pada review kali ini, Dan Bracaglia menjelaskan bagaimana cara memotret jalanan kota Tokyo dengan kamera Fujifilm GFX 50S. Kamu akan melihat bagaimana cara memotret landscape, malam hari, dan pada saat keramaian.

 

Tokyo Mempunyai Layout yang Sempurna

Dengan cuaca yang sangat cerah, Tokyo menjadi salah satu tempat yang paling memanjakan semua fotografer. Tidak terlalu panas, cahaya yang masuk juga sangat pas sehingga untuk fotografer pemula pun memotret pemandangan di kota Tokyo ini bisa dikatakan cukup mudah. Dengan menggunakan GFX 50S, tentu Dan Bracaglia mengaplikasikan pengaturan manual. Baik ISO, autofocus, dan aperture di-set secara manual. Hasilnya tentu sangat maksimal. Tetapi begitu pengaturan diubah menjadi auto, ternyata hasilnya tidak beda jauh.

 

 

Penggunaan Autofocus akan Membantu Kamu Mengambil Objek Bergerak

Salah satu kunci dari mengambil objek bergerak adalah autofocus yang cepat. Beberapa kamera mempunyai pengaturan autofocus yang cukup lama sehingga tidak bisa menghasilkan gambar yang pas. Nah, GFX 50S mempunyai kecepatan autofocus yang cukup lumayan. Dan Bracaglia mengatakan walaupun menggunakan lensa bawaan, autofocus yang dihasilkan tidak terlalu mengecewakan.

 

Lalu, bagaimana dengan penggunaan untuk low exposure? Dan Bracaglia juga mencoba di jalanan kota Tokyo, tetapi tidak pada malam hari. Ketika mencoba autofocus, kamera GFX 50S tidak menghasilkan gambar yang cukup bagus. Tetapi begitu Dan mengganti ke manual, Dan mendapatkan hasil yang diharapkan.

 

Kamera terbaru dari Fujifilm tersebut memang merupakan kamera premium dengan spesifikasi yang bisa dibilang cukup tinggi. Dengan harga mencapai 6,500 dolar atau sekitar 87 juta rupiah, tentu kualitas gambarnya sangat tinggi.

 

Review terakhir dari Dan Bracaglia, dia sangat senang dengan handling, kualitas, dan pengaturan manual maupun auto di dalam kamera tersebut. Hmm, bagaimana menurut kamu Sahabat Fotografi? 

Leave a Comment