Cara Mengambil Angle Terbaik untuk Foto Portait

Posted by Wahyono 25/08/2017 0 Comment(s)

Photo credit: youaremysong.wordpress.com

 

Sebagai seorang fotografer, Sahabat Fotografi tentunya akan terus bereksperimen untuk bisa menghasilkan gambar terbaik, bukan? Tak hanya gambar untuk posisi landscape, tapi juga portrait. Nah sayangnya, menghasilkan foto portrait tak semudah landscape lho, Sahabat Fotografi. Apa lagi kalau objeknya manusia dan ingin memotret sepenuh badan. Salah satu hal yang harus diperhatikan untuk mendapatkan jepretan portrait terbaik adalah sudut foto atau angle. Berbeda angle, maka berbeda pula kesan objek yang akan ditampilkan. Berikut beberapa cara dalam mengambil angle untuk foto portrait.

 

Foto dari Ketinggian yang Sama dengan Mata Objek

 

Photo credit: w-dog.net

 

Salah satu cara menghasilkan foto portrait terbaik adalah dengan memposisikan kamera tepat setara dengan mata sang objek. Apa lagi jika model foto tersebut adalah anak-anak, maka memotret mereka tepat pada ketinggian mata akan membuat tinggi badan terlihat ideal. Tentu saja, Sahabat Fotografi juga harus berjongkok untuk mendapatkan angle yang tepat dalam hal ini.

 

Ambil Foto dari Arah Cahaya Berasal

 

Photo credit: id.pinterest.com

 

Untuk membuat objek terlihat dengan jelas, maka Sahabat Fotografi harus mengambil gambarnya berhadapan dengan sinar yang ada, baik lampu atau matahari. Jika Sahabat Fotografi mengambil gambar membelakangi cahaya matahari, maka yang terlihat hanya siluet gelap. Memotret dari samping juga bisa dicoba untuk menghasilkan bayangan agar objek terlihat lebih nyata.

 

Baca Juga

Tips untuk Time Lapse Photography

5 Tips Fotografi Outdoor untuk Pemula

Memahami Jenis-Jenis Pencahayaan dan Cara Menggunakannya

 

Low Angel

 

Photo credit: commons.wikimedia.org

 

Sahabat Fotografi pernah melihat foto sebuah menara yang diambil dari bawah? Ini yang disebut dengan teknik memotret dengan sudut rendah. Teknik low angle memungkinkan Sahabat Fotografi untuk memotret objek secara menyeluruh, bahkan yang tinggi sekalipun. Hal tersebut dilakukan dengan cara memposisikan kamera di bawah objek. Selain foto menara, teknik low angle ini sering digunakan untuk memotret gedung pencakar langit sehingga gedung-gedung tersebut terlihat tinggi menjulang.

 

High Angle

 

Photo credit: franticphotos.blogspot.co.id

 

Berkebalikan dengan teknik sebelumnya, high angle dilakukan dengan memposisikan kamera lebih tinggi dari objek foto. Meskipun teknik ini sering digunakan dalam mengambil foto secara landscape, tapi untuk foto portrait juga tak kalah menarik kok, Sahabat Fotografi.K arena gambar diambil dari atas, maka objek foto dan sekitarnya akan terlihat lebih kecil. Inilah yang akan menghasilkan kesan luas pada objek yang difoto.

 

Kamera Sejajar dengan Tanah

 

Photo credit: eskipaper.com

 

Berbeda dengan low angle yang memposisikan kamera lebih rendah daripada objek, maka untuk teknik yang satu ini, kamera diletakkan di atas tanah. Kamera bisa diletakkan secara portrait atau dimiringkanke atas tergantung foto seperti apa yang ingin didapat. Misalnya untuk memotret cahaya matahari yang sedang terbenam di pantai, maka pengambilan dilakukan pada kamera posisi tegak. Berbeda lagi jika Sahabat Fotografi ingin memotret foto pre-wed untuk memperlihatkan keindahan gaun sang calon pengantin dari bawah hingga ke atas.

 

Pengambilan angle ini buka perkara yang mudah dalam fotografi, apa lagi bagi para fotografer pemula. Sebagai seorang fotografer harus sering-sering mencoba angle baru untuk menghasilkan foto yang sempurna. Dengan begitu, Sahabat Fotografi pun juga akan terbiasa dan menjadi expert dalam menyesuaikan angle dengan objek foto. 

 

Kunjungi web kita https://doss.co.id/  atau juga instagram kita disini https://www.instagram.com/doss.id/. Doss juga tersedia di blibli https://www.blibli.com/merchant/dossindo. tokopedia https://www.tokopedia.com/doss. bukalapak https://www.bukalapak.com/doss

Leave a Comment