Tamron kembali menjadi sorotan setelah munculnya dokumen paten terbaru yang mengungkap rencana pengembangan lensa prime 75mm f/1.4 untuk kamera full-frame. Informasi ini berasal dari paten bernomor 2026-016892 yang dipublikasikan oleh Japan Patent Office pada Februari 2026.
Jika benar-benar dirilis ke pasar, lensa ini berpotensi menjadi salah satu lensa prime 75mm paling menarik berkat desain optik yang lebih sederhana namun tetap menawarkan aperture besar.

photo: tamron
Desain Optik Lebih Ringkas
Menurut dokumen paten, lensa 75mm f/1.4 dari Tamron ini menggunakan 8 elemen optik yang disusun dalam 2 grup. Desain ini cukup menarik karena kebanyakan lensa prime di rentang focal length serupa biasanya menggunakan 10 elemen atau lebih.
Pendekatan desain optik yang lebih sederhana ini berpotensi memberikan beberapa keuntungan, seperti:
-
ukuran lensa yang lebih ringkas
-
bobot lebih ringan
-
konstruksi optik yang efisien
-
performa gambar yang tetap optimal
Jika desain tersebut benar-benar diproduksi, lensa ini bisa menjadi salah satu lensa prime 75mm paling compact di kelasnya.
Aperture f/1.4 untuk Bokeh Maksimal
Aperture besar f/1.4 menjadi daya tarik utama lensa ini. Bukaan besar memungkinkan fotografer mendapatkan:
-
efek bokeh yang lebih creamy
-
performa low light yang lebih baik
-
depth of field yang sangat tipis
Karakter ini sangat cocok untuk fotografi seperti:
-
portrait photography
-
street photography
-
wedding photography
-
lifestyle photography
Persaingan di Segmen 75mm Masih Sedikit
Saat ini, jumlah lensa dengan focal length 75mm untuk kamera full frame masih cukup terbatas. Salah satu yang cukup populer adalah Samyang AF 75mm f/1.8 FE.
Lensa dari Samyang tersebut dikenal karena ukurannya yang sangat ringkas dengan dimensi sekitar 65 × 69 mm dan bobot hanya 230 gram.
Namun jika Tamron benar-benar merilis lensa 75mm dengan aperture lebih besar f/1.4, maka lensa ini berpotensi menawarkan:
-
performa low light yang lebih baik
-
bokeh lebih dramatis
-
nilai tambah bagi fotografer portrait
Potensi Jadi Alternatif 85mm
Selama ini banyak fotografer portrait menggunakan lensa 85mm sebagai standar. Namun focal length 75mm bisa menjadi alternatif menarik karena menawarkan sudut pandang yang sedikit lebih lebar.
Hal ini membuat lensa 75mm cocok digunakan untuk:
-
portrait dengan framing lebih fleksibel
-
street photography yang lebih natural
-
fotografi dokumenter
Jika Tamron berhasil menghadirkan desain yang compact dengan performa tinggi, lensa ini berpotensi menjadi pilihan unik di antara lensa portrait tradisional.
Harga Akan Menjadi Faktor Penentu
Meski spesifikasi paten terlihat menjanjikan, keberhasilan lensa ini di pasar tentu sangat bergantung pada harga jualnya.
Tamron sendiri dikenal sebagai produsen lensa pihak ketiga yang sering menawarkan kualitas tinggi dengan harga lebih terjangkau dibandingkan lensa resmi dari brand kamera.
Jika strategi harga ini tetap dipertahankan, lensa 75mm f/1.4 ini bisa menjadi salah satu lensa portrait favorit bagi fotografer profesional maupun enthusiast.
Paten lensa Tamron 75mm f/1.4 membuka peluang hadirnya lensa prime baru yang unik di pasar kamera full-frame. Dengan desain optik ringkas, aperture besar, dan persaingan yang masih sedikit di focal length 75mm, lensa ini berpotensi menarik perhatian banyak fotografer.
Meski masih sebatas paten dan belum tentu diproduksi, konsep ini menunjukkan bahwa Tamron terus berinovasi untuk menghadirkan lensa yang berbeda dari pilihan mainstream di pasar fotografi.


