Kabar seru buat kamu para filmmaker, videografer, dan kreator konten! Sony kembali membuat gebrakan besar di dunia perfilman digital dengan mengumumkan kehadiran Sony FX5. Kamera full-frame Cinema Line terbaru ini diposisikan tepat di antara Sony FX3 dan FX6. Menariknya, Sony membenamkan berbagai fitur papan atas yang tadinya hanya bisa kamu temukan di lini kamera sinema kelas berat seperti VENICE 2 dan BURANO, tetapi dikemas dalam bodi yang tetap ringkas dan portable!
Buat kamu yang penasaran apa saja kehebatan dari kamera baru ini, yuk kita bedah tuntas spesifikasi dan keunggulannya di artikel berikut ini.
Ditenagai Sensor 16.6MP Fully Stacked dan Prosesor BIONZ XR2
Di dalam bodi ringkasnya, Sony FX5 mengusung sensor full-frame back-illuminated 16.6 megapiksel berarsitektur fully stacked yang dipadukan dengan prosesor canggih BIONZ XR2 (prosesor yang sama seperti di Alpha 7R VI). Keberadaan chip AI terintegrasi di dalam prosesor ini memberikan ruang processing yang jauh lebih longgar untuk mendongkrak kualitas gambar, kinerja autofocus, hingga kualitas audio.
Arsitektur stacked ini juga membawa peningkatan masif pada kecepatan pembacaan data (readout speed), sehingga masalah rolling shutter bisa diminimalkan secara drastis. Dengan resolusi 16.6MP, kamera ini memang didesain murni untuk memberikan hasil 5K native dari lebar sensor penuh—mengutamakan sensitivitas tinggi dan kecepatan baca ketimbang sekadar mengejar resolusi besar.
Pertama di Kelasnya: Perekaman 5K Open Gate dan Internal X-OCN RAW
Fitur paling menggemparkan dari FX5 adalah hadirnya Open Gate 5K dalam rasio 3:2. Ini adalah kali pertama fitur kelas atas tersebut turun ke bodi kamera sekecil ini. Dengan mode ini, kamu bisa memaksimalkan penggunaan lensa anamorphic tanpa batasan, serta leluasa melakukan crop vertikal atau horizontal saat proses editing tanpa takut kehilangan kualitas.
Tidak cuma itu, kalau sebelumnya pengguna FX3 harus pakai perekam eksternal untuk mengambil format RAW, Sony FX5 sudah mendukung perekaman 16-bit X-OCN RAW secara internal. Hebatnya lagi, Sony memperkenalkan dua varian kompresi baru yang lebih hemat penyimpanan, yaitu X-OCN C1 dan C2 (Compact). Format ini menawarkan fleksibilitas grading ala kamera sinema profesional dengan ukuran file yang bahkan lebih kecil dibanding codec intraframe tradisional seperti XAVC S-I. Perekamannya sendiri mengandalkan dual slot kartu CFexpress Type A VPG400.

photo: cined
Tiga Base ISO & Fitur Dynamic Range Tingkat Lanjut
Urusan menghadapi kondisi pencahayaan yang rumit jadi makin gampang berkat fleksibilitas sensor FX5. Kamera ini dibekali dengan tiga base ISO, yaitu 800, 4.000, dan 12.800. Kehadiran ISO 4.000 di tengah-tengah menjadi solusi sempurna saat kamu memotret di kondisi cahaya temaram di mana ISO 800 terlalu gelap namun ISO 12.800 terlalu berisik.
Selain itu, FX5 juga mewarisi fungsi dual gain dari VENICE 2 dan BURANO yang berfungsi meredam noise acak di area bayangan (shadows), memberikan rentang dinamis yang terasa jauh lebih bersih dan luas.
Perekaman Slow Motion Super Cepat: Hingga 4K 240p!
Buat kamu yang hobi bikin video sinematik dengan efek slow motion tingkat tinggi, Sony FX5 siap memanjakanmu. Kamera ini mampu merekam video 5K hingga 120 frame per detik (fps)—yang berarti slow motion 5x pada proyeksi standar.
![]()
photo: petapixel
Bahkan, jika kamu turun ke mode crop full-frame 3.8K, kamu bisa merekam video 4K hingga 240 fps untuk mendapatkan efek super slow motion 10x yang sangat halus! Catat ya, fitur-fitur kecepatan tinggi ini nantinya akan dioptimalkan melalui pembaruan firmware bertahap oleh pihak Sony.
Ergonomi Bodi, Menu Profesional, dan Sistem Pendingin
Dari luar, bentuk bodi FX5 sepintas sangat mirip dengan FX3 dengan sedikit peningkatan pada area grip agar terasa lebih mantap di tangan. Namun, secara fungsi operasional, perubahannya sangat radikal:
-
Dial Multifungsi: Roda kontrol belakang ala Alpha series digantikan oleh dial multifungsi gaya VENICE 2.
-
Sistem Menu Profesional: FX5 meninggalkan menu gaya kamera foto dan beralih sepenuhnya ke struktur menu kelas profesional ala FX6/VENICE lengkap dengan tampilan layar BIG6 yang sangat intuitif bagi para videografer profesional.
-
Layar Lebih Luas & Alat Bantu Eksposur: Menggunakan panel layar sentuh 3.5 inci 16:9 di atas mekanisme multi-angle empat poros. Fitur pemantauan seperti false color bawaan, waveform, vectorscope, hingga focus map kini sudah tersedia langsung secara native.
Ekosistem Aksesori Baru dan Harga Rilis
Karena ada sedikit pergeseran pada letak lubang baut dan bodi, perlu dicatat bahwa cage atau handle lama milik FX3 tidak kompatibel dengan FX5. Sony meluncurkan beberapa aksesori pendukung baru, termasuk XLR Handle opsional yang mendukung perekaman 32-bit float audio untuk keamanan kualitas suara, serta EVF opsional berbasis OLED.
Di sektor daya, kamera ini menggunakan baterai jenis baru NP-SA100 yang diklaim 30% lebih awet dibanding generasi sebelumnya, sanggup menemani perekaman terus-menerus hingga sekitar 170 menit untuk resolusi 5K 30p.
Bagi kamu yang tertarik meminangnya, Sony membanderol FX5 dengan harga $4,898 / €4,600 (sekitar Rp70-ribuan dalam kurs kasar, bervariasi tergantung wilayah) untuk versi bodi saja, atau sekitar $5,500 untuk paket bundel bersama unit XLR handle. Rencana penjualannya sendiri dijadwalkan mulai meluncur pada Agustus 2026.
Dengan segudang fitur papan atas yang dibawa ke dalam bodi ringkas, Sony FX5 jelas menjadi opsi upgrade paling memikat bagi para kreator maupun rumah produksi independen yang mendambakan performa sinema sejati tanpa harus membawa rig raksasa yang merepotkan.


