Performa dynamic range Sony a7 V akhirnya diuji oleh William “Bill” Claff dari Photons to Photos, dan hasilnya membuat banyak orang tercengang. Kamera full-frame terbaru Sony ini ternyata mampu menembus level dynamic range yang selama ini identik dengan medium format, kamera yang sensornya jauh lebih besar.
Dynamic Range Setara Medium Format? Betul.
Sony sejak awal sudah mengklaim peningkatan dynamic range pada a7 V. Sensor barunya—33MP partially-stacked—ternyata bekerja jauh lebih baik dari ekspektasi.
Credit: Photons to Photos (William J. Claff)
Dalam pengujian, kamera ini mencatat PDR (Photographic Dynamic Range) maksimal 12.47, sangat dekat dengan:
-
Fujifilm GFX100 II (12.55)
-
Hasselblad X2D II 100C (12.46)
Kedua kamera tersebut memakai sensor medium format 100MP yang didesain khusus untuk kualitas gambar maksimal. Sementara itu, a7 V tetap menawarkan kecepatan tinggi, bahkan mampu memotret RAW 30 fps tanpa penurunan kualitas signifikan. Ini pencapaian yang luar biasa.
Credit: Photons to Photos (William J. Claff)
Ada Noise Reduction di RAW, Tapi...
Claff menemukan bahwa Sony menerapkan noise reduction yang sudah tertanam di RAW, mirip dengan yang digunakan pada a9 III (global shutter). Bedanya, pada a7 V efeknya jauh lebih halus dan tidak mengganggu detail.
Menariknya, seberapa besar pengaruh noise reduction tersebut pada nilai dynamic range belum bisa diukur secara pasti. Yang jelas, hasil foto a7 V tetap terlihat bersih, natural, dan tidak menunjukkan karakter smoothing yang berlebihan.
Credit: Photons to Photos (William J. Claff)
Canon juga sudah lama memakai teknik serupa untuk mempertahankan dynamic range, walau hasilnya tidak selalu konsisten. Karena itu, membandingkan a7 V dengan kamera yang RAW-nya murni tanpa noise reduction memang menjadi lebih sulit.
Kamera Partially Stacked Terbaik untuk Dynamic Range
Dari semua kamera dengan sensor partially stacked, Sony a7 V kini menjadi yang terbaik.
Sebagai perbandingan:
-
Panasonic Lumix S1 II, yang sebelumnya unggul di kategori ini, tertinggal sekitar 0.7 PDR pada ISO dasar.
Artinya, Sony benar-benar membuat lompatan teknologi yang signifikan, entah melalui struktur sensor, algoritma, atau kombinasi keduanya—meskipun Sony tidak pernah blak-blakan soal teknologi internalnya.
Kesimpulan
Sony a7 V bukan hanya upgrade biasa. Kamera ini membawa dynamic range yang mendekati level medium format, namun tetap mempertahankan kecepatan tinggi dan performa modern.
Mau sensor baru, noise reduction tersembunyi, atau teknologi rahasia lainnya—yang pasti, hasil akhirnya sangat mengesankan.
Dengan dynamic range yang luar biasa dan performa serbaguna, a7 V tampil sebagai kamera full-frame paling seimbang dan paling impresif Sony saat ini.

