Sony a7 V akhirnya resmi mendapatkan update firmware versi 2.00. Update ini membawa sejumlah peningkatan yang cukup menarik untuk para hybrid shooter, videografer, hingga fotografer event yang mengandalkan workflow cepat dan praktis.
Mulai dari dukungan audio 32-bit float, fitur Preset Focus yang makin fleksibel, peningkatan FTP workflow, sampai dukungan Camera Authenticity Solution milik Sony. Tapi di sisi lain, ada juga satu perubahan yang mungkin bikin sebagian pengguna kurang senang.
(Image credit: Gareth Bevan / Digital Camera World)
Kini Bisa Rekam Audio 32-bit Float di Sony a7 V
Fitur paling mencolok dari firmware terbaru ini adalah dukungan rekaman audio 96 kHz / 32-bit float. Format audio ini sangat berguna untuk videografer karena punya dynamic range lebih luas dan jauh lebih aman dari clipping audio.
Namun ada syarat penting: fitur ini hanya bisa digunakan jika kamera dipasangkan dengan adapter XLR-A4 melalui Multi Interface Shoe.
Jadi, body kameranya sendiri belum bisa merekam 32-bit float secara internal tanpa aksesori tambahan. Buat content creator, filmmaker, atau videografer event yang sering menghadapi perubahan level suara ekstrem, fitur ini jelas sangat membantu.
Sony juga memperbaiki bug yang sebelumnya menyebabkan perekaman video gagal saat menggunakan mikrofon shotgun ECM-M1.
(Image credit: Gareth Bevan / Digital Camera World)
Preset Focus Sekarang Support Lebih Banyak Lensa
Firmware 2.00 juga memperluas dukungan Preset Focus ke lensa non power zoom. Ini kabar bagus buat pengguna yang sering menggunakan manual focus mark saat shooting cinematic atau event.
Dengan fitur ini, pengguna bisa menyimpan titik fokus tertentu lalu memanggilnya kembali secara instan. Workflow jadi lebih cepat dan konsisten, terutama saat shooting sendirian.
Walau begitu, Sony menyebut masih ada beberapa lensa zoom non power zoom yang belum kompatibel.
Tampilan Metadata Kini Lebih Detail
Sony juga menambahkan beberapa improvement kecil yang ternyata cukup berguna dalam penggunaan sehari-hari, seperti:
- Tampilan focal length kini sampai satu angka desimal
- Bisa delete dan rating file di dua slot kartu sekaligus
- Nama folder dan file kini bisa tampil saat playback
Fitur-fitur ini memang terlihat sederhana, tapi sangat membantu untuk fotografer volume tinggi atau editor yang butuh workflow lebih rapi.
Workflow FTP dan SFTP Jadi Lebih Profesional
Buat fotografer olahraga, media, atau pengguna tethered workflow, update ini cukup signifikan.
Sony menambahkan:
- Dukungan SFTP (Secure File Transfer Protocol)
- Opsi auto transfer file protected via FTP
- Auto protect file yang sudah ditransfer
- Bisa membatalkan transfer FTP yang sudah dijadwalkan
Selain itu, firmware ini juga mulai mendukung fitur Write Digital Signature untuk video sebagai bagian dari Camera Authenticity Solution milik Sony.
Fitur ini nantinya ditujukan untuk membantu verifikasi keaslian konten digital, terutama untuk kebutuhan media dan jurnalisme profesional.
Ada Fitur yang Hilang: Update Firmware Lensa via Memory Card
Nah, ini bagian yang mungkin bikin sebagian pengguna kecewa.
Mulai firmware 2.00, pengguna tidak lagi bisa melakukan update firmware lensa langsung lewat kamera menggunakan memory card.
Sekarang proses update firmware lensa wajib dilakukan melalui software Sony di Windows atau macOS.
Untungnya, update firmware body kamera sendiri masih tetap bisa dilakukan lewat memory card maupun aplikasi Creators App di Android dan iPhone.
Firmware 2.00 membuat Sony a7 V terasa makin matang sebagai kamera hybrid modern. Sony tampaknya fokus memperkuat workflow profesional, terutama untuk video, audio, dan transfer file cepat.
Dukungan 32-bit float audio jadi nilai jual besar untuk videografer, sementara peningkatan FTP dan Preset Focus membuat pengalaman penggunaan terasa lebih profesional.
Meski begitu, dihapusnya update firmware lensa via memory card mungkin akan sedikit merepotkan pengguna yang terbiasa melakukan update langsung di lapangan tanpa laptop.




