Buat kamu para pengguna kamera Nikon Z yang hobi pakai lensa pihak ketiga (third-party), ada kabar hangat nih dari industri fotografi! Konflik panas antara raksasa kamera Nikon dan produsen lensa populer Viltrox akhirnya menampakkan babak baru yang cukup mengejutkan.
Kantor Paten China secara resmi menyatakan salah satu paten penting milik Nikon terkait mount Z tidak sah alias batal demi hukum! Kemenangan mutlak ini tentu jadi angin segar buat Viltrox yang produk lensa autofokus Nikon Z-nya kini makin menjamur di pasaran.
Kronologi Singkat: Kenapa Paten Nikon Bisa Tumbang?
Keputusan ini datang langsung dari China National Intellectual Property Administration (CNIPA) tertanggal 13 Juli 2026. Gara-garanya bermula dari langkah Viltrox pada Desember 2025 lalu yang mengajukan pembatalan paten milik Nikon tersebut.
Apa sih isi paten yang dibatalkan itu?
-
Paten yang terdaftar sejak 2021 ini fokus membahas geometri inti saat lensa dipasang ke bodi kamera—mulai dari susunan 4 keping bayonet, sudut antar-kepingnya, sampai posisi kontak elektriknya.
-
Nikon mengklaim desain ini dibuat buat mencegah salah pasang, melindungi kontak elektrik, dan bikin bodi lebih tahan benturan.
Tapi, Viltrox nggak tinggal diam. Mereka menyerahkan bukti tandingan berupa tiga dokumen paten lama dari AS, China, dan Jepang yang punya desain serupa. Hasilnya? Panel penilai menyatakan bahwa desain Nikon dinilai kurang inventive (inovatif) dan hanya mengulang desain yang sudah ada atau merupakan pilihan logis bagi seorang insinyur. Alhasil, paten tersebut dibatalkan sepenuhnya di China!
Bukan Berarti Bebas Hambatan Sepenuhnya
Meskipun Viltrox menang telak di ronde ini, bukan berarti perang hukumnya sudah selesai, ya. Perlu dicatat beberapa hal penting:
-
Bukan Keputusan Final: Nikon masih punya waktu tiga bulan untuk melayangkan gugatan banding ke Pengadilan Kekayaan Intelektual Beijing.
-
Hanya Satu Paten & Hanya di China: Putusan ini cuma berlaku untuk satu paten spesifik tersebut dan hanya di wilayah hukum China. Nikon masih punya segudang paten lain terkait ekosistem Z-mount.
-
Protokol Elektronik Aman: Keputusan ini sama sekali nggak menyinggung soal protokol komunikasi elektronik, sistem autofokus, atau pasar di luar China.
Konflik ini sendiri diyakini sebagai bentuk serangan balik (countermove) dari Viltrox setelah Nikon dikabarkan lebih dulu melayangkan gugatan pelanggaran hak paten di China awal tahun ini. Sayangnya, sampai berita ini turun, baik pihak Nikon maupun Viltrox belum mengeluarkan pernyataan resmi secara terbuka.
Viltrox Tetap Gaspol Rilis Lensa Baru
Di tengah panasnya sengketa hukum ini, bisnis Viltrox tampaknya jalan terus tanpa beban. Mereka tetap konsisten merilis lini produk baru untuk pengguna Nikon Z, seperti lensa pancake full-frame AF 26mm f/2.8 EVO.
Kasus ini kembali membuka diskusi lama di kalangan kreator dan filmmaker: seberapa besar kontrol pabrikan kamera terhadap lens mount buatan mereka?
-
Contohnya Sony yang punya program lisensi resmi (bekerjasama dengan ZEISS, Sigma, Tamron, dll).
-
Sebaliknya, Nikon belum punya daftar partner resmi terbuka atau spesifikasi Z-mount yang dipublikasikan secara gamblang layaknya Sony.
Buat para filmmaker, memiliki lensa berlisensi resmi tentu dianggap sebagai investasi jangka panjang yang lebih aman karena meminimalkan risiko kompatibilitas yang rusak gara-gara update firmware kamera. Kendati demikian, persaingan antara inovasi pihak ketiga dan pemegang merek asli ini bakal terus jadi tontonan menarik buat kita semua.
Kira-kira ke depannya Nikon dan Viltrox bakal berakhir di meja perundingan buat bikin kesepakatan lisensi, atau malah makin sengit di pengadilan? Kita tunggu saja update selanjutnya.
Dapatkan Lensa-Lensa Terbaik Viltrox di DOSS
Sumber: Cined

