Sebuah dokumen paten terbaru dari Nikon kembali menarik perhatian penggemar fotografi. Paten bernomor 2026-035920 yang dipublikasikan oleh Japan Patent Office mengungkap desain sistem fokus dengan dua kelompok elemen optik (dual focusing group) yang diklaim mampu membuat lensa aperture besar menjadi lebih ringkas dan efisien
Image header credit: Nikon / Digital Camera World
Namun menariknya, teknologi yang dijelaskan dalam paten tersebut kemungkinan bukan benar-benar desain baru, karena konsepnya sudah terlihat pada beberapa lensa Nikon yang dirilis sebelumnya.

image credit: nikon
Sistem Dual Focusing Group pada Lensa Nikon
Dalam paten ini dijelaskan desain lensa 35mm f/1.2 dan 50mm f/1.4 yang menggunakan dua kelompok elemen optik yang bergerak secara independen saat proses focusing.
Artinya, ketika pengguna memutar fokus atau kamera melakukan autofocus, dua grup elemen lensa bergerak pada jalur berbeda (independent loci) untuk mendapatkan titik fokus yang lebih presisi.
Pendekatan ini berbeda dengan desain lensa prime Nikon sebelumnya yang umumnya menggunakan satu kelompok fokus saja.

image credit: nikon
Keuntungan dari sistem ini antara lain:
-
Mengurangi aberasi optik (circular aberration)
-
Meminimalkan distorsi
-
Memberikan koreksi fokus lebih akurat dari jarak dekat hingga infinity
-
Membantu membuat lensa aperture besar tetap kompak
Kemungkinan Teknologi Ini Sudah Digunakan di Lensa Nikon Terbaru
Menariknya, desain yang tertulis di paten tersebut sangat mirip dengan sistem optik yang sudah digunakan pada beberapa lensa Nikon modern, seperti:
-
Nikon NIKKOR Z 35mm f/1.2 S
-
Nikon NIKKOR Z 50mm f/1.4
Kedua lensa ini memang dikenal memiliki sistem fokus internal yang lebih kompleks dibandingkan lensa generasi sebelumnya.
Bahkan jika melihat tanggal pengajuan paten yaitu 3 Maret 2023, Nikon sebenarnya memiliki waktu cukup lama untuk mengembangkan desain tersebut hingga akhirnya diwujudkan dalam bentuk produk nyata.
Perbedaan dengan Lensa Nikon Generasi Sebelumnya
Beberapa lensa prime Nikon seri Z sebelumnya seperti:
-
Nikon NIKKOR Z 50mm f/1.8 S
-
Nikon NIKKOR Z 85mm f/1.8 S
masih menggunakan single focusing group atau satu grup elemen fokus yang bergerak.
Walaupun lensa-lensa tersebut tetap terkenal dengan kualitas optik yang sangat baik, desain dual focusing group pada generasi baru memberikan beberapa peningkatan seperti:
-
performa optik lebih konsisten
-
fokus lebih presisi
-
kualitas gambar lebih stabil pada aperture besar
Hal ini sangat penting terutama pada lensa cepat seperti f/1.2 atau f/1.4 yang biasanya lebih rentan terhadap berbagai jenis aberasi.
Mengapa Paten Kamera Sering Terlihat “Terlambat”?
Dalam industri kamera, hal seperti ini sebenarnya cukup umum. Banyak paten baru dipublikasikan setelah produk terkait sudah dirilis ke pasar.
Ini terjadi karena:
-
Proses paten membutuhkan waktu lama
-
Perusahaan ingin melindungi desain optik mereka
-
Dokumen baru dipublikasikan setelah tahap pengembangan selesai
Jadi ketika paten muncul di publik, sering kali teknologi tersebut sebenarnya sudah digunakan pada produk yang ada.
Paten 2026-035920 dari Nikon memang menarik karena menjelaskan desain lensa dengan dual focusing group yang memungkinkan lensa aperture besar tetap kompak dengan kualitas optik tinggi.
Namun jika melihat detailnya, besar kemungkinan teknologi ini sudah digunakan pada lensa Nikon modern seperti Z 35mm f/1.2 S dan Z 50mm f/1.4.
Meski tidak benar-benar menghadirkan teknologi baru, paten ini tetap memberikan gambaran menarik tentang bagaimana Nikon merancang sistem optik canggih untuk lini lensa Z-mount mereka.
Dapatkan Kamera dan Lensa Nikon dengan Harga Terbaik di DOSS

