Nikon resmi mencabut seluruh sertifikat C2PA yang telah diterbitkan setelah ditemukan kerentanan besar dalam fitur autentikasi gambar mereka. Keputusan ini diambil usai adanya temuan yang menunjukkan bahwa sistem bisa dimanipulasi sehingga foto palsu atau gambar buatan AI tetap mendapatkan tanda autentik Nikon.
Celah Keamanan pada Kamera Nikon Z6 III
Masalah pertama kali ditemukan oleh Horshack, kontributor Nikon Rumors. Ia berhasil menunjukkan bahwa kamera Nikon Z6 III dengan fitur C2PA (Coalition for Content Provenance and Authenticity) dapat dipalsukan.
(Image credit: Nikon Rumors / Horshack)
Lewat sebuah uji coba, ia membuat file .NEF RAW palsu yang kemudian diproses oleh kamera asli hingga menghasilkan JPEG bertanda autentik Nikon. Bahkan, sebuah gambar AI seekor pug yang sedang menerbangkan jet berhasil disahkan seolah-olah memiliki asal usul fotografi nyata.
Bagaimana Manipulasi Terjadi?
Horshack mengembangkan NEF data encoder, alat yang bisa mengonversi file digital umum seperti TIFF ke dalam format RAW NEF milik Nikon. File ini kemudian disisipkan ke dalam skeleton NEF dari kamera lain dan diproses melalui fitur multi-exposure, sehingga kamera “percaya” bahwa hasil akhirnya sah untuk diberi sertifikat.
Meski awalnya hanya digunakan untuk membuktikan kelemahan sistem, Horshack berencana merilis encoder ini secara open-source karena juga berpotensi untuk aplikasi lain, seperti pembuatan grid komposisi khusus dan efek digital.
(Image credit: Nikon Rumors / Horshack)
Respon Resmi dari Nikon
Dalam email resmi ke pengguna, Nikon mengakui bahwa kerentanan ditemukan pada 4 September 2025 di firmware versi 2.00 untuk Nikon Z6 III. Perusahaan meminta maaf kepada pengguna awal dan memastikan bahwa:
-
Semua sertifikat C2PA yang diterbitkan sejak peluncuran hingga penangguhan dinyatakan tidak berlaku.
-
Kredensial autentikasi yang menempel pada gambar tidak lagi bisa dijadikan bukti keaslian.
-
Nikon sedang menyiapkan perbaikan dan akan mengumumkan kelanjutan layanan lewat Nikon Imaging Cloud.
Dampak bagi Dunia Fotografi
Pencabutan sertifikat ini menjadi kemunduran besar bagi Nikon, yang sebelumnya menekankan fitur C2PA sebagai langkah penting dalam memerangi hoaks visual dan gambar AI. Kejadian ini juga memunculkan pertanyaan besar soal masa depan verifikasi digital di dunia fotografi profesional maupun jurnalistik.
Sementara itu, fotografer yang mengandalkan verifikasi C2PA dari Nikon harus menunggu hingga perusahaan menghadirkan solusi yang lebih aman dan transparan.
✅ Kesimpulan:
Celah keamanan pada fitur C2PA Nikon menunjukkan bahwa teknologi autentikasi gambar masih perlu diuji lebih jauh sebelum benar-benar bisa diandalkan. Meski menjadi pukulan besar bagi reputasi Nikon, langkah mencabut sertifikat dan mengakui kesalahan adalah bagian penting untuk mengembalikan kepercayaan pengguna.
Dapatkan Kamera dan Lensa Nikon dengan Harga Terbaik di DOSS




