Belakangan ini, tren kamera dan aksesori bergaya vintage lagi naik daun banget. Mulai dari bodi kamera ala kamera analog sampai ke urusan lampu kilat alias flash. Nah, melihat peluang ini, Viltrox—brand yang biasanya kita kenal lewat lini lensa murahnya yang berkualitas—baru saja merilis produk gokil bernama Viltrox Vintage Z1 Pro TTL Retro.
Bukan cuma modal tampang jadul doang, on-camera flash sekecil saku ini ternyata dibekali teknologi modern masa kini. Yang paling bikin kaget? Harganya ramah banget di kantong, cuma di bawah $60 (sekitar Rp900 ribuan)!
Yuk, kita bedah bareng-bareng apa saja yang bikin flash retro dari Viltrox ini menarik buat dilirik.
![]()
photo: viltrox
1. Desain Retro yang "Skena" Banget dan Super Ringan
Daya tarik utama dari Viltrox Z1 Pro ini jelas ada di visualnya. Desainnya kompak dengan balutan tekstur mirip kulit (leather-like) beraksen perak khas kamera analog era 70-an.
Ukurannya bener-bener pocketable alias muat di kantong baju. Ditambah lagi, bobotnya cuma 136 gram! Jadi kalau kamu pasang di atas kamera mirrorless kecil, tangan kamu gak bakal pegal dan estetikanya dapet banget. Cocok buat kamu yang peduli penampilan gear pas lagi hunting foto di jalan.
![]()
photo: viltrox
2. Kecil-Kecil Cabe Rawit: Dilengkapi TTL dan HSS!
Biasanya, flash bergaya retro dan murah itu cuma dibekali mode manual (single-point). Tapi Viltrox gak pelit di seri Z1 Pro ini. Flash ini sudah mendukung:
-
TTL Automatic Mode: Kamera dan flash bakal otomatis berkomunikasi buat nentuin kekuatan cahaya yang pas sesuai kondisi sekitar. Kamu tinggal jepret tanpa perlu pusing mikirin settingan daya.
-
High-Speed Sync (HSS) hingga 1/8000s: Ini fitur mewah! Kamu bisa pakai flash ini di siang bolong dengan shutter speed super cepat buat nge-freeze gerakan atau dapet latar belakang bokeh yang tipis.
3. Pake Layar Sentuh Bulat yang Unik
Di bagian belakang bodi flash, kamu gak bakal nemuin tombol fisik yang ribet. Viltrox menyematkan layar sentuh berbentuk bulat (circular touchscreen) yang futuristik.
Dari layar kecil ini, kamu bisa memantau mode flash, sisa baterai, mengubah power (1/1 sampai 1/64), hingga mengatur sinkronisasi lampu. Kerennya lagi, animasinya saat pertama kali dinyalakan bisa kamu kustomisasi sendiri!
4. Baterai Tanam dengan Port USB-C
Lupakan drama baterai AA yang habis di tengah jalan. Viltrox Vintage Z1 Pro sudah pakai baterai tanam (built-in) yang bisa diisi ulang pakai kabel USB-C (bisa dicolok ke powerbank juga!).
Daya tahannya juga tergolong awet untuk ukurannya:
-
350 kali jepretan pada kekuatan penuh (full power).
-
Sampai 10.000 kali jepretan pada output minimum.
-
Recycle time (waktu tunggu antar jepretan) tergolong cepat, cuma sekitar 1 detik.
![]()
photo: viltrox
Realistis Saja: Berapa Kekuatannya?
Dengan bodi sekecil ini dan harga di bawah satu juta, tentu ada hal yang harus dikorbankan, yaitu dayanya. Viltrox Z1 Pro memiliki daya 24Ws.
Artinya, flash ini memang tidak dirancang untuk melawan terik matahari langsung atau menerangi objek yang jaraknya sangat jauh. Flash ini lahir untuk kebutuhan fotografi portrait jarak dekat, street photography, foto lifestyle malam hari, atau sekadar memberikan fill-light (cahaya pengisi) agar bayangan di wajah subjek lebih halus.
Spesifikasi Kunci Viltrox Vintage Z1 Pro
| Fitur | Spesifikasi |
| Daya Maksimal | 24Ws |
| Berat | 136 gram |
| Mode Flash | TTL / Manual (1/1 - 1/64) |
| Fitur Khusus | HSS hingga 1/8000s, Layar Sentuh Bulat |
| Pengisian Daya | USB-C (Built-in Battery) |
| Kompatibilitas | Sony, Nikon, Fujifilm, dan Canon |
Layak Dibeli?
Kalau kamu adalah kreator konten, fotografer street, atau hobi foto portrait kasual yang suka dengan estetika vintage tapi gak mau ribet pakai flash manual, Viltrox Vintage Z1 Pro TTL Retro adalah pilihan yang sangat menggiurkan. Dengan harga berkisar antara $55 - $59.99, fitur TTL dan HSS yang dibawanya bikin flash ini terasa sangat value for money.
Dapatkan Viltrox Vintage Z1 Retro on Camera Flash Series di DOSS


