DJI Mini 5 Pro vs DJI Mini 4K, Ini Dia 5 Perbandingannya

Dalam dunia drone ringan di bawah 250 gram, DJI terus mendorong batas teknologi dengan dua produk yang menyasar segmen berbeda: DJI Mini 5 Pro dan DJI Mini 4K. Keduanya menawarkan portabilitas tinggi dan kemudahan penggunaan, namun memiliki perbedaan signifikan dalam fitur, performa, dan target pengguna. Mini 4K dirancang sebagai drone entry-level yang ramah pemula, sementara Mini 5 Pro membawa fitur kelas profesional dalam bodi ringkas.

Bagi kreator konten, fotografer udara, atau pengguna yang ingin upgrade dari drone pemula, memahami perbedaan antara kedua model ini sangat penting. Mini 5 Pro hadir dengan sensor besar, sistem penghindaran rintangan canggih, dan kemampuan video yang jauh lebih fleksibel. Sebaliknya, Mini 4K menawarkan harga terjangkau dan fitur dasar yang cukup untuk eksplorasi awal dunia drone.

DJI Mini 5 Pro and DJI Mini 4K drones held by side by side

(Image credit: Tim Coleman)

Perbandingan ini akan membahas aspek teknis, performa kamera, fitur keselamatan, dan pengalaman terbang dari kedua drone. Dengan informasi ini, kamu bisa menentukan mana yang paling sesuai dengan kebutuhanmu—apakah cukup dengan Mini 4K untuk belajar dan bersenang-senang, atau langsung melangkah ke Mini 5 Pro untuk hasil profesional dan workflow yang lebih serius.

DJI Mini 5 Pro and DJI Mini 4K drones held by side by side

(Image credit: Tim Coleman)

Perbandingan DJI Mini 5 Pro vs DJI Mini 4K

Kualitas Kamera dan Video

DJI Mini 5 Pro dilengkapi sensor 1 inci 50MP yang jauh lebih besar dibanding Mini 4K yang hanya memakai sensor 1/2.3 inci 12MP. Ini membuat Mini 5 Pro unggul dalam dynamic range, detail, dan performa low light. Untuk video, Mini 5 Pro mampu merekam hingga 4K 120fps, mendukung HDR 60fps, serta profil warna 10-bit D-Log M dan HLG—fitur yang sangat penting bagi kreator profesional. Sebaliknya, Mini 4K hanya mendukung 4K 30fps dengan warna 8-bit tanpa HDR, cukup untuk dokumentasi ringan atau konten sosial media dasar.

Fitur Keamanan dan Sensor

Mini 5 Pro punya sistem omnidirectional obstacle sensing yang dilengkapi LiDAR di bagian depan, memungkinkan drone menghindari rintangan dari segala arah, bahkan dalam kondisi cahaya rendah. Ini sangat membantu saat terbang di area kompleks atau saat melakukan pelacakan subjek. Sementara itu, Mini 4K hanya memiliki sensor bawah untuk membantu saat take-off dan landing, tanpa kemampuan menghindari rintangan—yang berarti pengguna harus ekstra hati-hati dan kreatifitas jadi lebih terbatas.

Transmisi dan Jarak Terbang

Mini 5 Pro menggunakan sistem transmisi O4+ dengan jangkauan hingga 20 km, serta waktu terbang hingga 52 menit jika memakai baterai Plus. Ini memberi fleksibilitas tinggi untuk eksplorasi area luas atau pengambilan gambar sinematik. Mini 4K memakai sistem O2 dengan jangkauan maksimal 10 km dan waktu terbang sekitar 31 menit, cukup untuk kebutuhan dasar namun terbatas untuk proyek yang lebih kompleks.

Tracking dan Kontrol

Mini 5 Pro mendukung ActiveTrack 360°, fitur pelacakan subjek yang sangat presisi dan bisa digunakan untuk membuat footage dinamis tanpa perlu pilot manual. Drone ini juga punya fitur Night RTH dan sistem GNSS ganda (L1+L5) untuk navigasi lebih akurat. Mini 4K tidak memiliki fitur pelacakan subjek, hanya mengandalkan mode QuickShots dan Return to Home standar, yang membuatnya lebih cocok untuk pemula atau pengguna kasual.

Harga dan Value

DJI Mini 4K dijual mulai sekitar Rp4,9–7 juta, menjadikannya drone entry-level yang sangat terjangkau. Cocok untuk pengguna baru yang ingin belajar terbang dan membuat konten ringan. DJI Mini 5 Pro berada di kisaran Rp12–18 juta, tergantung paket, dan ditujukan untuk kreator serius yang butuh kualitas sinematik, keamanan tinggi, dan workflow profesional. Meski harganya 3x lipat, fitur yang ditawarkan Mini 5 Pro bisa menghemat waktu, risiko, dan biaya jangka panjang