Perkembangan drone kini semakin pesat, bukan hanya sekadar alat terbang untuk hobi, tapi juga menjadi perangkat penting dalam produksi konten profesional. Dua nama yang sedang ramai dibicarakan adalah DJI Avata 360 dan Antigravity A1, keduanya menawarkan pengalaman berbeda dalam merekam video 360° dengan kualitas tinggi.

image: sam kieldsen
DJI Avata 360 hadir dengan reputasi kuat dari ekosistem DJI, menawarkan pengalaman FPV yang imersif, sistem obstacle avoidance omnidirectional, serta kualitas video 8K/60fps yang stabil berkat kombinasi gimbal mekanis dan digital. Drone ini jelas menyasar videografer yang ingin cinematic shot dengan kontrol presisi dan workflow profesional.

image: sam kieldsen
Sementara itu, Antigravity A1 menonjol dengan bobot super ringan 249 gram, durasi terbang lebih panjang, serta mode FreeMotion yang ramah pemula. Drone ini lebih praktis untuk traveler atau kreator yang mengutamakan mobilitas dan kemudahan penggunaan. Perbedaan karakter ini membuat keduanya menarik untuk dibandingkan sesuai kebutuhan masing-masing pengguna.

image: sam kieldsen
| Aspek | DJI Avata 360 | Antigravity A1 |
|---|---|---|
| Resolusi Video 360° | 8K @ 60fps HDR | 8K @ 30fps |
| Sensor Kamera | Dual CMOS 1/1.1 inci, 64MP per sensor | Dual CMOS 1/1.7 inci |
| Foto 360° | Hingga 120MP (16K) | Hingga 48MP |
| Mode Tambahan | Single-lens 4K/60fps, slow motion 120fps | 4K/100fps, reframing bebas pasca produksi |
| Stabilisasi | Kombinasi gimbal mekanis + RockSteady 3.0 + HorizonSteady | EIS berbasis software, algoritma stitching Insta360 |
| Obstacle Avoidance | Omnidirectional + LiDAR + sensor IR bawah | Forward dual-vision + ToF + sensor bawah |
| Flight Experience | FPV immersive dengan Goggles 3/N3, Easy ACRO, ActiveTrack 360° | FreeMotion mode (point-to-fly), FPV mode dengan Vision Goggles |
| Transmission | O4+ system, 1080p/60fps, jarak hingga 20 km | Proprietary dual-band, 720p/60fps, jarak hingga 10 km |
| Bobot | ±455 gram | 249 gram (bebas registrasi di banyak negara) |
| Durasi Terbang | ±18–23 menit | ±30 menit |
| Harga Rilis | Mulai €459 (sekitar Rp10,8 juta) | Belum diumumkan resmi, diperkirakan lebih tinggi karena niche produk |
Analisis Perbedaan
-
Kualitas Gambar: Avata 360 lebih unggul dengan 8K/60fps dan sensor lebih besar, menghasilkan detail tajam serta performa low-light lebih baik. Antigravity A1 tetap impresif, tapi terbatas di 8K/30fps.
-
Pengalaman Terbang: Avata 360 menyasar pengguna yang ingin kombinasi FPV + cinematic 360 dengan kontrol presisi. A1 lebih ramah pemula dengan FreeMotion mode yang intuitif (cukup arahkan controller, drone langsung terbang ke arah itu).
-
Portabilitas: Antigravity A1 jauh lebih ringan (249g), praktis dibawa, dan bebas registrasi di banyak negara. Avata 360 lebih berat, tapi build quality lebih kokoh dengan propeller guard penuh.
-
Stabilisasi & Safety: Avata 360 unggul dengan kombinasi gimbal mekanis + digital, serta obstacle sensing omnidirectional. A1 lebih sederhana, mengandalkan software dan sensor dasar.
-
Ekosistem: Avata 360 terintegrasi dengan ekosistem DJI (Goggles, RC Motion, ActiveTrack), sedangkan A1 mengandalkan Insta360 untuk stitching dan editing.
Kesimpulan Akhir
-
DJI Avata 360 cocok untuk videografer profesional yang butuh kualitas maksimal, stabilisasi superior, dan workflow DJI.
-
Antigravity A1 lebih ideal untuk pemula atau traveler yang menginginkan drone ringan, mudah dipakai, dan fleksibel untuk eksplorasi kreatif tanpa ribet framing saat terbang.
Kalau tujuanmu konten cinematic dengan kualitas tinggi, Avata 360 lebih tepat. Tapi kalau mobilitas, kemudahan, dan fun experience jadi prioritas, Antigravity A1 bisa jadi pilihan menarik.


