Canon Mengembangkan Lapisan Optik Tanpa Fluorine yang Ramah Lingkungan? Ini Penjelasannya

Buat kamu yang hobi fotografi, istilah fluorine coating pasti sudah tidak asing lagi di telinga. Lapisan pelindung yang biasanya disematkan di elemen depan lensa ini diandalkan banget buat menolak air, minyak, debu, dan bikin lensa jadi lebih gampang dibersihkan dari sidik jari atau cipratan air hujan. Saking seringnya kita dengar di lembar spesifikasi lensa modern—baik dari Canon, Nikon, Sony, hingga Tamron—kita jadi menganggap fitur ini sebagai hal yang lumrah dan wajib ada.

Tapi, pernahkah kamu berpikir apa bahan dasar di balik lapisan ajaib tersebut?

Di balik kemudahannya, fluorine coating ternyata menyimpan masalah pelik yang mulai jadi sorotan global. Kabar baiknya, angin segar datang dari ranah industri optik. Melansir laporan dari Digital Camera Life, Canon Optron—perusahaan material optik di bawah naungan Canon Group—sedang ngebut mengembangkan inovasi baru berupa lapisan optik bebas fluorine (fluorine-free) yang diklaim punya daya tahan dan kemampuan anti-air setara fluorine, tapi tanpa efek samping bahan kimia berbahaya.

A white telephoto camera lens with a black zoom ring, a tripod mount, and several control switches on the side.

photo: canon  - petapixel

Wih, seperti apa sih cerita di balik inovasi keren ini? Yuk, kita bedah tuntas!

Masalah Besar di Balik "Forever Chemicals" alias PFAS

Sebelum membahas solusinya, kita perlu tahu dulu kenapa industri fotografi harus berbenah. Bahan dasar yang digunakan dalam pembuatan fluorine coating termasuk ke dalam kelompok PFAS (per- and polyfluoroalkyl substances). Buat yang belum tahu, PFAS adalah sekumpulan zat kimia sintetis yang punya banyak ikatan atom fluorin pada rantai alkilnya.

Masalahnya, PFAS sudah dipakai di berbagai produk konsumen selama lebih dari 70 tahun—mulai dari alat masak anti lengket, pakaian tahan air, hingga lapisan pelindung lensa kamera. Masalah terbesar dari zat ini adalah mereka dijuluki sebagai "forever chemicals" karena sifatnya yang sangat susah diurai secara alami.

Akibatnya? Zat kimia ini bisa mencemari lingkungan dan masuk ke dalam aliran darah manusia lewat udara, tanah, air, hingga makanan. Berbagai studi telah mengaitkan paparan PFAS dengan sejumlah kondisi kesehatan serius bagi manusia. Gara-gara ancaman jangka panjang ini terhadap kesehatan dan ekosistem, gelombang regulasi hingga ancaman pelarangan penggunaan PFAS mulai bermunculan di berbagai belahan dunia, dengan Uni Eropa (EU) yang berada di garis terdepan.

Ancaman Nyata untuk Industri Lensa Kamera

Bagi pabrikan kamera besar seperti Canon, regulasi ketat dari Uni Eropa ini bukan hal sepele. Jika regulasi PFAS nantinya resmi diberlakukan penuh, lensa kamera yang masih menggunakan fluorine coating berisiko besar dilarang untuk diekspor dan dijual di pasar Eropa—yang notabene merupakan salah satu pasar terbesar di dunia.

Kalau Eropa sudah melarang, biasanya wilayah lain bakal mengekor. Tentu saja, tidak ada satupun produsen lensa yang mau ambil risiko memecah lini produksi atau repot bikin varian lensa berbeda cuma gara-gara aturan bahan kimia. Makanya, transisi menuju teknologi bebas fluorine bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mutlak demi kelangsungan industri optik.

Tantangannya tentu tidak mudah. Industri fotografi butuh material pengganti yang tidak menurunkan performa optik kelas atas dan tetap punya daya tahan maksimal. Di sinilah terobosan dari Canon Optron masuk sebagai penyelamat.

Kenalin "Dev-02-003": Calon Lapisan Masa Depan Tanpa Fluorine

Mengembangkan bahan pengganti fluorine bukanlah hal yang instan. Sebelumnya, Canon Optron sempat mencoba bereksperimen dengan material lain bernama OR-510. Sayangnya, bahan tersebut punya kelemahan fatal di sektor durabilitas alias tidak cukup tahan terhadap gesekan.

Mengingat elemen depan lensa kamera bakal sering banget dibersihkan menggunakan kain atau tersangkut debu di lapangan, ketahanan terhadap goresan adalah harga mati. Belajar dari kekurangan tersebut, Canon Optron akhirnya meracik formula baru dengan sandi “Dev-02-003”.

Meskipun namanya masih terdengar seperti kode rahasia laboratorium, performanya sama sekali tidak bisa diremehkan:

  • Durabilitas Ekstrem: Material baru ini sukses melewati uji ketahanan gesek (scratch-resistance test) hingga 10.000 kali pengujian tanpa Masalah berarti.

  • Tahan Segala Medan: Dev-02-003 terbukti tahan terhadap gesekan kain maupun uji usap menggunakan kain yang dibasahi alkohol.

  • Performa Setara: Lapisan ini diklaim mampu bertahan di lingkungan lapangan yang keras (harsh field environments) tanpa kehilangan kemampuan menolak air dan kotoran.

Digital Camera Life menuliskan bahwa begitu proses produksi massal dan penamaan resminya rampung, ada peluang besar material ini bakal diadopsi secara luas sebagai nilai jual ramah lingkungan sekaligus andalan di jajaran lensa RF generasi berikutnya.

Lensa L-Series Bakal Jadi Kelinci Percobaan Pertama?

Banyak pihak berspekulasi bahwa jajaran lensa RF L-Series kelas profesional milik Canon akan menjadi target utama pengujian komersial si Dev-02-003 ini. Masuk akal sih, karena lensa-lensa flagship pro paling sering diajak bertempur di medan ekstrem seperti hujan, angin kencang, badai debu, dan menuntut frekuensi pembersihan yang jauh lebih tinggi dibanding lensa entry-level.

Langkah ini juga sejalan dengan komitmen publik Canon terhadap berbagai inisiatif lingkungan dan keberlanjutan (sustainability). Jika berhasil, Canon bakal mencatatkan sejarah sebagai produsen lensa besar pertama yang sukses beralih dari bahan kimia berbahaya berstatus fluorine tanpa mengorbankan sedikit pun kualitas optik maupun performa di lapangan.

Kesimpulannya Jadi Apa?

Perubahan regulasi global terhadap bahan kimia berbahaya memang sedang bergerak cepat. Apa yang dilakukan oleh Canon Optron lewat proyek "Dev-02-003" membuktikan bahwa industri fotografi mulai serius bersiap menghadapi masa depan yang lebih hijau dan ramah lingkungan.

Meskipun saat ini pabrikan lain juga pasti sedang jungkir balik mencari solusi serupa, Canon tampaknya berada di jalur cepat untuk menjadi yang terdepan. Jadi, tidak menutup kemungkinan dalam waktu dekat kita bakal melihat deretan lensa impian dengan label eco-friendly mendarat di pasaran. Kita tunggu saja tanggal mainnya.

Dapatkan Kamera dan Lensa Canon dengan Harga Terbaik di DOSS
Sumber: Digital Camera Life - petapixel