Kehadiran kamera 360 derajat di dunia konten kreator terus bergulir cepat. Baru berselang setahun setelah merilis generasi pertamanya, DJI kembali menggebrak pasar dengan meluncurkan DJI Osmo 360 II.
Kalau dilihat sekilas dari luar, bentuk dan dimensinya nyaris tidak ada bedanya dengan versi pendahulunya. Tapi jangan salah, di balik bodi yang tetap kompak itu, DJI mendengarkan keluhan para penggunanya dengan membereskan satu kekurangan terbesar yang paling ditakuti pemilik kamera 360: risiko lensa tergores.
Mari kita ulas apa saja yang membedakan generasi kedua ini dan seberapa besar lompatan yang ditawarkannya.

photo: dji
1. Solusi Nyata: Lensa Kini Bisa Diganti Sendiri!
Di generasi pertama, salah satu momok paling menyeramkan bagi pengguna kamera 360 adalah bentuk lensa bulky (cembung) yang menonjol di kedua sisi. Sekali saja kamera terjatuh dan lensanya tergores atau retak, kamu harus merogoh kocek dalam-dalam atau bahkan mengganti satu unit kamera baru karena lensanya permanen.
Nah, di DJI Osmo 360 II, masalah ini resmi diatasi. DJI kini membekali kamera ini dengan lensa yang bisa dilepas dan diganti sendiri oleh pengguna (user-replaceable). Tidak cuma itu, permukaan lensanya juga sudah dilapisi dengan Ultra-Hard optical coating baru yang jauh lebih tahan terhadap goresan kecil saat dipakai beraktivitas di alam terbuka atau aksi ekstrem. Kalaupun terpaksa rusak, kamu tinggal membeli kit penggantinya dengan jauh lebih hemat.
2. Peningkatan Performa Video: Kini Tembus 8K/60fps
Meskipun masih mempertahankan ukuran sensor square 1/1.1 inci yang sama dengan pendahulunya, DJI melakukan optimasi besar dari sisi pemrosesan gambar (software-driven gains):
-
Framerate Lebih Tinggi: Kamera ini sekarang mendukung perekaman video 360 derajat asli di resolusi 8K pada 60fps, naik dari batasan sebelumnya yang hanya 50fps. Hasilnya? Gerakan di video terasa jauh lebih mulus saat nanti masuk tahap reframing.
-
Dynamic Range Lebih Luas: DJI mengeklaim adanya peningkatan dynamic range hingga 14.5 stop. Ini ngebantu banget waktu kamu merekam adegan dengan kontras ekstrem, seperti langit cerah di sore hari berpadu dengan area bayangan gelap.
-
Low-Light Naik Kelas: Berkat algoritma AI SuperNight terbaru, performa perekaman malam hari kini mengalami peningkatan resolusi dan framerate yang bikin video malam hari makin minim noise.
3. Siap Aksi di Dalam Air
Ada satu perubahan menarik terkait pendekatan fitur tahan airnya. Meskipun sama-sama mengantongi sertifikasi tahan air hingga kedalaman 10 meter tanpa housing tambahan, pada generasi pertama DJI sempat "agak ragu" dan tidak menyarankan kameranya dipakai menyelam terlalu aktif.
Di Osmo 360 II, DJI justru tampil lebih percaya diri. Mereka kini secara resmi memposisikan kamera ini sebagai perangkat yang aman dan mumpuni untuk snorkeling maupun scuba diving rekreasi di bawah batas 10 meter tersebut.
4. Fitur Pintar dan Penyimpanan Jumbo
Fitur pendukung kreator lainnya juga ikut disempurnakan:
-
Koneksi NFC Satu Sentuhan: Menghubungkan kamera ke aplikasi DJI Mimo kini jadi jauh lebih cepat berkat dukungan NFC.
-
Penyimpanan Internal Lega: Mempertahankan kapasitas 105GB built-in storage, memberikan ruang cadangan yang sangat aman jika sewaktu-waktu kartu microSD-mu penuh atau tertinggal di rumah.
-
Mode Kreatif Baru: Dukungan Timelapse yang kini mampu menembus resolusi hingga 16K, serta peningkatan mode slow-motion hingga 4K/240fps.

photo: engadget - dji
Siapa yang Cocok Memiliki DJI Osmo 360 II ?
DJI Osmo 360 II sangat cocok dimiliki oleh para kreator konten, vlogger perjalanan, dan pencinta kegiatan outdoor atau olahraga ekstrem (seperti pengendara motor, pesepeda, penyelam, hingga pendaki gunung) yang sering merekam aksi dinamis tanpa ingin direpotkan oleh risiko lensa tergores.
Kamera ini juga wajib dilirik oleh:
-
Videografer yang butuh kualitas gambar maksimal: Berkat peningkatan perekaman video 8K/60fps, dynamic range 14.5 stop, dan timelapse hingga 16K, hasil videonya sudah sangat layak untuk kebutuhan produksi profesional atau sinematik.
-
Pengguna yang mendambakan rasa aman: Kehadiran fitur lensa modular yang bisa diganti sendiri membuatmu tidak perlu lagi cemas atau merogoh kocek dalam-dalam jika tidak sengaja membenturkan kamera saat berpetualang di medan berat.
Layak Upgrade atau Beli?
Secara keseluruhan, DJI Osmo 360 II bukanlah sebuah revolusi desain total dari generasi pertama, melainkan sebuah bentuk polishing yang sangat matang. Kehadiran lensa yang bisa diganti serta peningkatan framerate 8K/60fps adalah jawaban telak untuk membuat para kreator merasa lebih tenang saat membawa kamera ini bertualang ke medan ekstrem.
Bagi kamu yang hobi merekam aksi luar ruangan tanpa rasa khawatir, penyempurnaan di generasi kedua ini jelas membuat Osmo 360 II semakin sulit untuk dilewatkan.


